Toko Tani Indonesia (TTI) : Potong Rantai Pasok, Normalkan Harga Pangan

Toko Tani Indonesia (TTI) adalah salah satu program pertanian pemerintah lewat Departemen Pertanian untuk memangkas rantai pasok bahan pangan. Program ini membawa misi untuk melindungi produsen dari jatuhnya harga dan disisi lain, melindungi konsumen dari tingginya harga pangan sehingga tercipta tata niaga pangan yang berkeadilan.

Toko Tani Indonesia mengubah struktur pasar dengan menjaga keseimbangan antara petani, pedagang dan juga konsumen. Rantai pasok pangan semula harus melewati 7-8 pihak yakni, petani – pinggilingan (importir) – distributor – sub distributor – agen – sub agen – pedagang grosir – pedagang eceran – konsumen akhir. Rantai pasok pangan yang semula dikendalikan oleh 7 – 8 pihak dipangkas menjadi 3 – 4 pihak saja. Struktur yang panjang seperti ini menunjukkan tidak efesiensinya tata niaga pangan.

Toko Tani Indonesia (TTI)
sumber : finansialku.com

Tata niaga pangan baru yang ditawarkan kementrian pertanian ini adalah membawa petani menyalurkan produk pertanian ke Gapoktan – Toko Tani Indonesia (TTI) dan akhirnya kepada konsumen. Diharapkan dengan sistem seperti ini konsumen mendapat harga yang wajar dan petani dapat tetap memperoleh keuntungan. Kementrian Pertanian juga menggandeng pedagang untuk berpartisipasi dalam program TTI.

Target Kementrian Pertanian adalah membuka 4.000 Toko Tani Indonesia sampai tahun 2017 mendatang. Per Juni 2016, jumlah yang sudah dibuka dan beroperasi adalah 773 TTI yang tersebar di 33 provinsi seluruh Indonesia.

Semoga perogram pemerintah lewat gebarakan program Toko Tani Indonesia (TTI) ini dapat berdampak positif bagi petani, konsumen dan semua lapisan masyarakat Indonesia, dengan tidak melupakan aspirasi dari importir, distributor dan agen.

Leave a Response