Tahapan Budidaya Sirsak dan Manfaatnya

Tahapan Budidaya Sirsak dan Manfaatnya. Proses budidaya tanaman sirsak itu sendiri terdiri dari beberapa tahapan mulai pembibitan hingga masa panen.

Para petani bisa memilih untuk membudidayakan sirsak secara konvensional atau secara organik. Perbedaan utama diantara kedua metode tersebut adalah pendekatan yang dilakukan dalam pemeliharaan tanaman sirsak.

Metode pembudidayaan organik hanya menggunakan bahan-bahan alam tanpa adanya tambahan bahan kimia buatan seperti pupuk kimia. Sementara proses budidaya konvensional pada umumnya menggunakan bahan kimia dan juga bahan alami selama proses perawatan.

Metode budidaya organik semakin populer karena munculnya pemahaman bahwa bahan makanan yang alami tanpa adanya penggunaan bahan kimia selama proses budidaya, terbukti jauh lebih sehat dan lebih bergizi bagi tubuh.

Budidaya Sirsak
Buah sirsak. Sumber gambar : photobucket.com

Proses budidaya organik pada dasarnya tidak berbeda dengan proses budidaya konvensional, dengan perbedaan utama pada bahan-bahan yang dipergunakan selama perawatan. Berikut adalah beberapa tahapan budidaya organik tanaman sirsak :

Pembibitan dalam Budidaya Sirsak

Proses pembibitan bisa dilakukan dengan dua cara yaitu dengan membeli bibit sirsak yang siap tanam dari pusat pembibitan tanaman, atau bisa juga dengan melakukan pembibitan secara mandiri.

Bibit sirsak berasal dari biji buah sirsak yang telah matang, yang kemudian direndam dalam air selama kurang lebih 24 jam. Biji sirsak yang diplih untuk bibit adalah biji yang tenggelam, yang merupakan pertanda bahwa biji tersebut memiliki kualitas yang baik. Biji sirsak pilihan tersebut kemudian dijemur hingga kering sebelum dilakukan penanaman.

Biji sirsak yang telah siap untuk ditanam perlu dilakukan proses perkecambahan terlebih dahulu dalam polybag atau wadah lain sebelum dipindahkan di tanah terbuka.

Proses perkecambahan ini sebenarnya cukup sederhana, yaitu cukup dengan memasukkan biji sirsak sedalam 0,5 cm kedalam polybag yang telah diisi dengan kompos ataupun pupuk kandang.

Setelah itu, perlu dilakukan penyiraman secara rutin untuk mendukung proses perkecambahan agar bisa berjalan dengan maksimal.

Dalam waktu kurang lebih 2 minggu, maka kecambah dari biji sirsak akan tumbuh dan siap untuk dipindahkan ke lahan terbuka.

Pembibitan tanaman sirsak juga bisa dilakukan dengan cara stek batang.

Proses stek batang ini bisa dilakukan pada tanaman sirsak yang telah cukup umur yaitu sekitar 2 tahun. Keunggulan pembibitan dengan stek batang ini adalah masa tanam yang tergolong lebih singkat bila dibandingkan dengan proses pembibitan dari biji.

Penanaman di Lahan Terbuka

Setelah biji sirsak tumbuh menjadi kecambah, maka hal ini berarti bibit tanaman sirsak tersebut siap dipindahkan ke lahan terbuka. Dalam proses pemindahan dan penanaman ini, ada beberapa persyaratan yang perlu dipenuhi yaitu:

  • Ukuran lubang tanam sebaiknya berukuran 20 x 20 x 20 cm
  • Jarak antara lubang tanam satu dengan yang lain dianjurkan sejauh 2 meter, sehingga tanaman sirsak bisa berkembang dengan baik dan menghasilkan buah yang lebat
  • Pada bagian dasar lubang perlu ditambahkan pupuk organik seperti pupuk dari kotoran ayam setinggi 1/3 lubang sebelum bibit sirsak dimasukkan dan kemudian ditimbun kembali dengan tanah
  • Pemberian pembatas disekitar tanaman yang terbuat dari kayu atau bambu yang dibentuk secara melingkar bisa dilakukan untuk mencegah gangguan hewan.

Perawatan Tanaman untuk Budidaya Sirsak

Proses perawatan untuk budidaya sirsak merupakan tahapan penting yang juga tidak boleh dilewatkan begitu saja. Proses perawatan ini sendiri meliputi berbagai hal yaitu:

  • Penyiraman secara teratur, agar tanaman sirsak tidak kekeringan
  • Penyiangan area sekitar tanaman sirsak dari rumput liar. Rumput liar yang dibiarkan tumbuh begitu saja akan mengganggu ketersediaan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman sirsak agar bisa tumbuh dengan maksimal sehingga perlu dilakukan penyiangan secara rutin.
  • Penggemburan lahan. Penggemburan lahan diarea sekitar tanaman dengan cara mencangkulnya akan membantu proses sirkulasi dan penyerapan unsur hara, yang nantinya akan bermanfaat dalam proses penyerbukan, pembungaan dan pembuahan tanaman.
  • Pemupukan. Untuk budidaya tanaman sirsak organik, maka jenis pupuk yang dipilih juga harus merupakan pupuk organik seperti pupuk yang berasal dari kotoran hewan. Proses pemupukan yang pertama kali dilakukan yaitu saat penanaman. Setelah itu, pupuk organik ini juga bisa diberikan saat tanaman telah berumur 2 bulan dan 6 bulan dan kemudian diteruskan selama 4 bulan sekali hingga masa panen tiba. Untuk proses pemberian pupuk organik ini sendiri diberikan sehari setelah dilakukan penggemburan tanah dan diberikan tepat diatas akar tanaman untuk mendapatkan hasil yang diharapkan.
  • Saat tanaman sudah cukup besar yaitu sekitar 2 tahun, maka perlu dilakukan pemangkasan atau pemotongan tunas. Disarankan untuk hanya menyisakan 3 sampai 5 ruas batang tanaman saja, yang nantinya akan menjadi batang pokok tempat sirsak tersebut berbuah. Pemangkasan ini dimaksudkan agar pertumbuhan tanaman sirsak menjadi lebih terfokus dan akan memberikan hasil yang lebih baik yaitu jumlah buah yang lebih banyak.

Masa Panen

Tanaman sirsak akan berbuah saat telah mencapai usia 2 hingga 3 tahun. Tanaman sirsak yang dikembangkan dari biji biasanya akan berbuah dalam jangka waktu 3 tahun atau jauh lebih lama bila dibandingkan dengan tanaman sirsak yang berasal  dari stek batang yang akan menghasilkan buah saat usianya telah mencapai sekitar 2 tahun

Pada usia panen ini, tanaman sirsak akan mulai mengeluarkan bunga yang pada akhirnya menjadi buah. Buah yang sudah matang ditandai dengan ciri-ciri berupa buah yang empuk bila dipegang serta kulit buah akan berwarna kuning kehijau-hijauan. Bila buah yang ada telah menunjukkan tanda-tanda seperti ini, maka buah sirsak tersebut siap dipanen untuk konsumsi sendiri atau untuk dipasarkan.

Panen buah sirsak Gambar : (www.wildwoodcapetrib.com.au
Panen buah sirsak
Sumber gambar : (www.wildwoodcapetrib.com.au)

Proses budidaya sirsak ini tergolong tidak terlalu rumit dan bisa dilakukan di halaman rumah ataupun di lahan yang lebih luas. Tanaman sirsak berukuran tidak terlalu besar, sehingga tetap bisa dibudidayakan di halaman rumah yang tergolong sempit dan hal ini menjadi salah satu kelebihan tanaman ini.

Peluang yang ditawarkan dari hasil budidaya sirsak juga cukup menjanjikan. Hal ini seiring dengan popularitas buah sirsak yang semakin menanjak. Selain itu, buah sirsak bukanlah satu-satunya bagian dari tanaman sirsak yang bisa dimanfaatkan untuk kesehatan. Bagian tanaman lain seperti daun, akar hingga biji sirsak juga memiliki manfaat yang tidak bisa dipandang remeh

Budidaya sirsak secara organik merupakan salah satu peluang yang bisa dimanfaatkan oleh siapa saja. Proses budidaya secara organik bukan hanya baik bagi kualitas buah yang dihasilkan, namun juga mampu menjaga keseimbangan unsur hara di dalam tanah, yang berarti secara tidak langsung para pembudidaya sirsak telah turut menjaga kelestarian alam. Tidak lupa pula, peluang ini juga bisa membawa keuntungan secara finansial bagi sang petani sirsak, demi meningkatkan tingkat kesejahteraan ekonomi mereka.

Leave a Response