Sukses Budidaya Cabe Keriting Berbuah Lebat

Budidaya Cabe Keriting – Berhasil dalam pertanian cabe keriting harus ditunjang oleh beberapa faktor, antara lain dengan menguasai teknik budidaya, pengolahan pasca panen, distribusi, pasar dan seterusnya. Kali ini kita akan fokus pada teknik budidaya cabai keriting.

Materi ini berupa panduan, membahas langkah-langkah budidaya mulai dari pemilihan bibit sampai pada proses panen. Panduan ini disusun berdasarkan standar budidaya cabe keriting dari agritani.id

 

budidaya cabe keriting
Gambar : agritani.id

Persiapan lahan dimulai 30 hari sebelum tanam, dilakukan bersamaan dengan persemaian.

Pastikan lahan dengan karakteristik berikut:

  • Lahan berada pada ketinggian di antara 100-800 M dpl.
  • Bukan bekas pertanaman yang se-famili. Yaitu tanaman kentang, tomat, terung, ranti, takokak, apalagi bekas tanaman cabe.

Selanjutnya untuk budidaya cabai keriting,

Bersihkan gulma dengan penyemprotan herbisida sistemik. Aplikasi ini akan menghemat biaya tenaga kerja dan waktu.

Perlu diingat hasil penyemprotan ini akan efektif jika:

  • Gulma dalam keadaan bertumbuh aktif.
  • Cuaca tidak hujan (efektif 2 jam sebelum terkena hujan).
  • Gunakan air bersih sebagai bahan pelarut.

Tanah dibajak

Tanah dibajak untuk:

  • Menggemburkan tanah
  • Mengangkat lapisan bawah tanah yang lebih subur
  • Membunuh sumber penyakit
  • Memberikan ruang bagi udara memasuki rongga tanah agar tanah bisa beroksidasi
Tanah selesai dibajak Gambar : agritani.id
Tanah selesai dibajak
Gambar : agritani.id

Pengapuran tanah

Jika tingkat keasaman (pH) tanah di bawah 5.5, sebaiknya dilakukan pengapuran tanah. Fungsinya adalah selain untuk menaikan pH tanah menjadi normal, adalah juga sebagai sumber unsur Mg dan Ca.

Aplikasi pengapuran dilakukan 2 minggu sebelum tanam. Dosis yang disarankan adalah 1 ton per hektar.

Pemberian pupuk kandang

Sediakan pupuk kandang dengan perhitungan 10 ton per hektar. Pupuk disebarkan merata di permukaan tanah.

Diamkan pupuk kandang selama 1 minggu sebelum tanam.

Aplikasi ini sangat berguna untuk memperbaiki struktur tanah, tanah menjadi ringan dan mudah ditembus akar. Selain itu tentu saja untuk mengembalikan unsur-unsur hara tanah yang diperlukan tanaman.

Pembedengan

Setelah pengapuran, pembajakan dan pemberian pupuk kandang, saatnya pembuatan bedeng. Pembedengan dilakukan dengan menggunakan sekop. Pupuk kandang yang sebelumnya telah ditaburkan, akan dicampur sekaligus dengan pembuatan bedeng ini.. 

Atur jarak bedeng dengan lebar 100 cm, dan jarak antar bedeng 30 cm. 

Pemasangan mulsa

Siapkan mulsa plastik hitam perak, pasak, dan 3 orang tenaga kerja.

Mulsa plastik hitam perak, bagian atasnya berwarna perak dan bawah berwarna hitam. Biasanya memiliki ukuran 170 cm, di mana 100 cm untuk permukaan atas, dan sisanya untuk bagian samping. 

Pasak bisa dibuat dari bambu, dibentuk menyerupai huruf V.

Pemasangan mulsa sebaiknya dilakukan pada siang hari di saat suhu udara panas agar mulsa bisa memuai dan melar saat ditarik.

Mulsa ditebarkan di atas permukaan bedeng. Tiap ujung mulsa dijepitkan dengan pasak, pastikan pasak tertancap kuat dan mulsa terpasang rapih.

Pemasangan mulsa sangat bermanfaat bagi tanaman:

  • Menekan pertumbuhan gulma.
  • Warna perak mulsa yang menghadap ke atas akan memantulkan sinar matahari dan berpotensi mengusir hama seperti kutu daun dan ulat di bawah daun.
  • Selain itu, warna perak mampu menekan kelembaban udara di sela-sela tanaman rimbun sehingga dapat menghambat perkembangan jamur.
  • Menjaga kelembaban tanah terutama pada musim panas, dimana air tidak akan mudah menguap keluar bedengan.
  • Menjaga suhu tanah tetap hangat. Baik untuk pertumbuhan akar.
  • Dan pastinya, akan menghemat biaya perawatan.

Persemaian

Masa semai Gambar : agritani.id
Masa semai
Gambar : agritani.id

Persemaian ini dilakukan bersamaan dengan waktu persiapan lahan dimulai.

Siapkan lokasi persemaian. Buat naungan atap plastik, kemudian tutup lokasi semai dengan jaring untuk pencegahan hama.

Sediakan media semai dengan campuran tanah subur dan pupuk kandang. Perbandingannya adalah 2 : 1. 

Setelah itu media semai dimasukkan ke dalam belahan bambu yang telah dibersihkan dari ruas-ruas bambu.

Bibit di tanam satu per satu dengan jarak tanam 3 x 3 cm.

Untuk mencegah serangan hama serangga, taburkan furadan di atas media tanam. 

Siram bibit yang disemai 2 kali sehari, pagi dan sore.

Lakukan penyemprotan dengan pupuk daun dan zat perangsang tumbuh saat tanaman berumur 10 hari. 

Penanaman

1. Persiapan penanaman dalam budidaya cabe keriting

Sebelum penanaman, lakukan sterilisasi lahan dari hama. Terutama hama lintah pemakan daun.

Selain lintah, perlu diketahui ada beberapa macam hama yang perlu dicegah; semut dan jangkrik.

Untuk mencegah serangan hama lintah, taburkan racun Siputox di berbagai titik areal bedengan.

2. Penanaman

Setelah berumur 30 hari, tanaman cabai sudah siap ditanam / dipindahkan dari persemaian ke lahan penanaman.

Lubangi bedengan dengan jarak antar lubang 100 x 70 cm.

Kemudian, pisahkan lepaskan bibit dari bambu tempat persemaian.

Pindahkan bibit tanpa memisahkan akar dengan media tanam. Untuk itu media tanam disiram air secukupnya agar tanah tidak kering dan mudah jatuh saat dipindahkan.

Setelah ditanam, ditutup kembali dengan tanah dan disiram.

Pemeliharaan

1. Penyulaman

Lakukan penggantian bibit untuk bibit yang mati ataupun rusak.

Untuk itu, sebaiknya dipersiapkan bibit lebih sebanyak 5 – 10 % untuk penyulaman.

Penyulaman dilakukan sebelum 2 minggu sejak penanaman, agar supaya tanaman akan tumbuh seragam.

2. Pemasangan ajir

Tujuan pemasangan ajir agar tanaman cabai dewasa tidak rebah dan tetap kokoh.

Pemasangan ajir sebaiknya dilakukan sesegera mungkin untuk menghindari rusaknya akar saat pemasangan.

Siapkan bilahan bambu sepanjang 130 cm sebanyak jumlah lubang penanaman.

Pasang ajir di tiap lubang, kemudian masing-masing ajir dihubungkan dengan tali.

3. Perempelan

Lakukan perempelan tunas dan daun-daun di bawah percabangan.

Tunas air akan muncul diketiak daun setelah tanaman berumur sekitar 10 hari. Bersihkan tunas air dan helai-helai daun di bawah percabangan.

Lakukan perempelan sebanyak 2 – 3 kali.

Tujuan perempelan adalah supaya tanaman cabe dapat tumbuh kuat dan kokoh.

4. Penyiangan

Penyiangan dilakukan sebulan sekali, atau di saat gulma telah bertumbuh. 

Jika bedengan menggunakan mulsa plastik, maka penyiangan dilakukan di antara bedengan atau di saluran air.

5. Pengairan

Tanaman cabe yang berumur di bawah 40 hari sangat membutuhkan pengairan yang rutin.

Lakukan penyiraman secara rutin dengan cara dikocor ataupun dilep. 

Kocor tanaman setiap pagi dan sore terutama pada musim kemarau. Untuk cara dilep, genangi bedengan 3-4 kali perminggu. Segera buang air melalui saluran pembuangan setelah bedengan menjadi basah.

Untuk tanaman cabe yang telah dewasa tidak memerlukan air yang banyak, intinya bedengan tidak dalam keadaan kering.

Silahkan baca, pengairan dengan menggunakan sistem irigasi tetes.

6. Pemupukan

Kali ini pupuk yang digunakan adalah pupuk Phonska yang dicairkan.

Siapkan ember dan tong air kapasitas 150 liter.

Larutkan 5 liter pupuk Phonska ke dalam ember yang telah berisi 1/3 ember air dan diaduk.

Kemudian, larutan Phonska di dalam ember dituang ke dalam tong yang telah berisi air.

Perbandingannya adalah 5 liter Phonska dan 150 liter air.

Pupuk NPK dicairkan. Gambar : agritani.id
Pupuk NPK dicairkan.
Gambar : agritani.id

Lakukan pemupukan dengan menggunakan pupuk Phonska cair dengan ukuran 1 lubang tanam sebanyak 250 ml air atau sebanyak 1 gelas air.

Demikian panduan budidaya cabe keriting, semoga bermanfaat.

Silahkan baca :

Cara mengatasi keriting daun tanaman cabe keriting.

Panduan budidaya cabe rawit.

https://agritani.id/instalasi-drip-irigasi-sederhana-greenhouse/

 

https://agritani.id/instalasi-drip-irigasi-sederhana-greenhouse/

https://agritani.id/instalasi-drip-irigasi-sederhana-greenhouse/

https://agritani.id/instalasi-drip-irigasi-sederhana-greenhouse/

1 Comment

Leave a Response