Panduan Lengkap Rancangan Usaha Agribisnis Pertanian Cabai

rancangan usaha agribisnis

2. Menganalisis sumber daya manusia

Langkah kedua yang harus dibuat ialah analisis sumber daya manusia. Dalam bagian ini, Anda harus menceritakan orang-orang yang memang berperan dalam bisnis ini. Berapa jumlah orang yang dibutuhkan dan siapa saja orang yang ikut berkontribusi.

Tentu saja sumber daya manusia begitu penting diperhatikan bagi sebuah bisnis karena menjadi salah satu senjata ampuh dalam keberhasilan bisnis.

Dalam rancangan usaha agribisnis pertanian cabai, Anda bisa menyisipkan nama-nama yang memiliki peran dan tanggung jawab dalam tugasnya masing-masing. Ada beberapa jabatan, misalnya direktur, penanggung jawab lapangan, tim pemasaran, dan masih banyak lainnya.

3. Analisis keuangan dalam rancangan usaha agribisnis

Langkah selanjutnya adalah membuat analisis keuangan yang berisi proyeksi pendapatan dan pengeluaran, pengembalian modal, pengembalian atas investasi, perhitungan penggunaan daya ungkit, dan masih banyak lainnya.

Melalui analisis keuangan, Anda bisa mengetahui gambaran secara kasar keuangan dalam perencanaan bisnis Anda.

Dalam perencanaan bisnis agribisnis cabai, Anda harus memaparkan analisis keuangan secara detail yang berisi perencanaan serta biaya usaha, mulai dari proses awal penanaman, perawatan, pemanenan, hingga proses pemasaran.

Sebagai contoh, berikut ini merupakan model angka perhitungan dari seluruh rangkaian usaha agribisnis cabai pada lahan seluas 100 meter persegi.

Total Biaya (Total Cost/TC)

Variabel Cost (VC)   

  • Bibit: Rp 30.000
  • Pupuk Kandang:Rp 50.000
  • Pupuk NPK: Rp 35.000
  • Pestisida: Rp 30.000 (1 botol)
  • Polybag: Rp 50.000 (100 kantong)

Fixed Cost (FC)

• P1 Cangkul: Rp 10.000

• P1 Alat Semprot Rp 6.000

TC = VC + FC = (Rp 30.000 + Rp 50.000 + Rp 35.000 + Rp 30.000 + Rp 50.000) + (Rp 10.000 + Rp 6.000) = Rp 211.000

Total Pendapatan (Total Reveneu/TR)

Catatan: 1 batang cabai diasumsikan akan menghasilkan 4 ons setiap panen 

100 batang = 400 ons = 40 kg

TR = Y x Py = 40 x Rp 10.000 = Rp 400.000

Keuntungan (Profit)

Π = TR – TC = Rp 400.000 – Rp 211.000 = Rp 189.000

Efisiensi Usaha

B/C Ratio = 1,9

Dari hasil yang didapat bisa disimpulkan bahwa setiap penanaman modal sebanyak Rp 1 akan memberikan keuntungan bersih sebanyak Rp 0,9 per satu kali pemanenan.

Itu tadi contoh analisis keuangan yang bisa Anda buat. Namun Anda bisa membuatnya dengan lebih spesifik lagi.

2 Comments

Leave a Response