Panduan Lengkap Rancangan Usaha Agribisnis Pertanian Cabai

rancangan usaha agribisnis

Berikut ini merupakan dasar-dasar perencanaan bisnis yang perlu ada.

1. Ringkasan eksekutif

Poin pertama yang harus ada dan menjadi pendahuluan adalah ringkasan eksekutif. Namun beberapa pengusaha ada yang meletakkan ringkasan eksekutif pada poin akhir. Sebenarnya sama saja, namun tergantung Anda lebih nyaman menjelaskan di bagian mana.

Ringkasan eksekutif berisi mengenai penjelasan bisnis yang akan dijalankan (produk atau jasa apa yang ditawarkan), tujuan bisnis, hingga visi dan misi.

Sebenarnya bagian pembuka ini berisi hal-hal pokok dari perencanaan bisnis. Buatlah ringkasan eksekutif yang menjual agar bisa menarik investor.

Dalam perencanaan bisnis agribisnis cabai, Anda harus membuat ringkasan eksekutif secara detail. Anda bisa memulainya dari menulis latar belakang mengapa bisnis ini ingin dijalankan. Dalam ringkasan eksekutif ini akan mematok petani yang ada di Riau.

Contoh Rancangan Usaha Agribisnis Pertanian Cabai

Latar Belakang :

Cabai merupakan jenis tumbuhan anggota genus Capsicum. Buahnya dapat digolongkan sebagai sayuran maupun bumbu, tergantung fungsi yang ingin dipakai. Buah cabai yang pedas sangat populer di Asia Tenggara sebagai penguat rasa makanan. Bahkan beberapa daerah di Indonesia seperti Padang dan Manado, menyebut cabai sebagai bahan pokok dalam membuat makanan. 

Sebagai salah satu jenis sayuran, cabai merupakan produk komoditi pertanian yang paling digemari oleh mayoritas masyarakat di Indonesia. Alasannya karena masyarakat Indonesia memiliki kecenderungan suka dengan jenis masakan pedas serta berbumbu lengkap. Hal ini lah yang membuat budidaya memiliki prospek baik bagi pertanian maju di Indonesia. Bahkan sebagian besar petani Indonesia menjadikan cabai sebagai pilihan utama saat bertani.

Seiring meningkatnya jumlah penduduk di Provinsi Riau, permintaan cabai akan semakin meningkat. Ketersediaannya menjadi suatu prospek usaha tani yang cerah. Selama ini, mayoritas petani Riau merupakan petani perkebunan, sehingga kelapa sawit merupakan penghasilan mereka yang utama. Para petani di Riau patut mempertimbangkan prospek yang cerah ini.

Setelah membuat latar belakang, Anda bisa menambahkan tujuan bisnis tersebut. Berikut ini merupakan contoh tujuan perencanaan bisnis agribisnis cabai.

Perencanaan bisnis ini dibuat sebagai acuan kami untuk mengetahui gambaran usaha agribisnis cabe yang akan kamu lakukan. Selain itu, pembuatan perencanaan bisnis ini juga merupakan langkah awal untuk menyesuaikan anggaran dasar yang akan dikeluarkan saat memulai agribisnis cabai.

Setelah perencanaan bisnis ini dibuat, harapannya perencanaan bisnis ini dapat berjalan dengan baik dan lancar sehingga pengembangan agribisnis cabai dalam skala kecil menengah dapat meningkatkan produksi cabai nasional. Hal ini tentunya akan menjadi langkah yang positif untuk menjadikan Indonesia swasembada cabe, tanpa harus mengimpor cabai dari luar negeri. Harapan jangka panjang lainnya supaya di Indonesia tidak akan ada lagi permasalahan harga cabai yang terus melambung.

Setelah selesai membuat latar belakang dan tujuan, Anda bisa menyisipkan visi dan misi dari bisnis atau perusahaan Anda.

Namun poin yang satu ini sifatnya opsional dan tidak harus ada.

Visi merupakan suatu pandangan jauh mengenai perusahaan, tujuan -tujuan perusahaan, dan apa hal yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut pada masa yang akan datang.

Sedangkan misi adalah pernyataan tentang apa yang harus dikerjakan oleh lembaga dalam usahanya mewujudkan visi.

Keduanya saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan.

Perlu diketahui bahwa pada bagian ini, Anda bisa menambahkan penjelasan mengenai teknik apa saja yang akan Anda gunakan saat menjalankan bisnis tersebut.

Misalnya dalam menjalankan bisnis agribisnis cabai, ada beberapa teknik pertanian yang dapat Anda lakukan.

Berikut ini merupakan contoh teknik yang digunakan dalam agribisnis cabai.

2 Comments

Leave a Response