Panduan Lengkap Budidaya Cabe Rawit

Budidaya Cabe Rawit. Sebelum membahas tentang panduan ini, mari mengenal secara singkat tentang tanaman ini. Cabai rawit atau cabai kathur merupakan buah dan tanaman dari genus Capsicum, dimana tanaman ini memiliki bentuk yang sedikit berbeda dengan cabai lainnya. Bentuknya panjang, ramping, dan berwarna merah terang atau hijau dengan tingkat kepedasan yang cukup pedas karena kepedasannya mencapai 50.000 – 100.000 pada skala Scoville. Tanaman cabai dapat tumbuh hingga ketinggian 4 kaki dengan jarak antar tanaman sekitar 12 hingga 24 inci. Masa tanam hingga waktu panen tiba adalah berkisar 80 hingga 100 hari atau sekitar 3 bulan.

budidaya cabe rawitBudidaya cabai rawit merah gambar : rickysetiawan96

Cara Menanam

Cabai rawit merupakan salah satu jenis tanaman yang mudah ditanam di daerah bersuhu hangat. Benih cabai rawit ditanam di dalam tanah dengan kedalaman ¹/4 inci pada medium tanah yang cukup kering. Masa perkecambahan benih cabai rawit membutuhkan suhu yang lebih hangat yaitu harus berkisar 26°C hingga 30°C. Untuk memperoleh kondisi tersebut bisa dengan menggunakan heat mat yang dapat dibeli pada toko kebun. Selain itu benih cabai rawit juga membutuhkan pencahayaan tambahan misalnya dengan meletakkan benih di bawah jendela. Atau jika tidak memungkinkan maka dalam tahap budidaya cabe rawit ini bisa juga dengan menggunakan pencahayaan buatan seperti cahaya lampu.

Setelah 2 hingga 3 minggu musim hujan berakhir, pindahkan benih kecambah ke tempat outdoor dimana kondisi tanah sudah mulai kering dan suhu udara menghangat. Tanaman cabai rawit sangat sensitif terhadap suhu udara yang terlalu dingin atau terlalu panas. Jumlah cabai rawit yang dihasilkan juga bergantung kondisi cuaca. Suhu udara dibawah 15°C dan diatas 24°C dapat mengurangi hasil panen.

Tanam kecambah dengan jarak antar tanaman yang tidak berdekatan yaitu berkisar 12 hingga 24 inci dan jangan ditanam pada area yang pernah ditanami oleh tomat, kentang atau sejenisnya untuk waktu yang lama. Campurkan juga tanah dengan pupuk organik seperti pupuk kompos.

Intinya jangan terlalu terburu-buru untuk menanam kecambah pada tempat outdoor. Pilih lokasi dengan kondisi pencahayaan dan suhu yang mencukupi. Kondisi lingkungan terbaik untuk menanam adalah pada tanah kering yang subur dengan kondisi PH 5.5-7.0 dan cahaya mencukupi.

Perawatan dalam Budidaya Cabe Rawit

Untuk memperoleh hasil panen, tanaman cabai rawit membutuhkan pasokan air yang mencukupi. Jika sudah mulai pembuahan, hati-hati dalam melakukan penyiraman karena jika terlalu banyak nitrogen maka dapat mengurangi pertumbuhan buah. Pupuk organik seperti pupuk kompos dan tanah yang digunakan juga harus mengandung banyak fosfor, kalium dan kalsium.

Menerapkan sistem mulsa dengan menggunakan penutup plastik atau sejenisnya bisa menjadi cara yang baik untuk menjaga suhu dan kelembapan tanah. Jangan lupa untuk memperhatikan juga kesehatan tanaman cabai rawit dari serangan hama dan penyakit. Dalam budidaya cabe rawit ini jangan gunakan bahan kimia buatan sedikitpun untuk hasil tanaman dengan kualitas organik.

Waktu Panen Cabai Rawit

Cabai rawit akan mulai bisa ditanam setelah 80 hingga 100 hari setelah masa tanam. Buahnya akan berubah warna menjadi merah ketika memasuki masa kematangan. Dalam budidaya cabe rawit. pada kondisi ini sebenarnya cabai rawit sudah dapat dipanen atau tetap dibiarkan saja menggantung pada tanaman. Jika dipanen lebih cepat, maka tanaman akan kembali berbunga dan kemudian lanjut menghasilkan buah. Meskipun demikian kualitas buah cabe yang dipanen lebih cepat memiliki rasa yang berbeda dengan cabai matang.

Sebaiknya gunakan gunting atau pisau untuk memotong tangkai buah. Panen dengan tangan dapat merusak tangkai buah.

Mengeringkan Cabai Rawit

Setelah menguasai budidaya cabe rawit. untuk paska panennya adalah sebagai berikut. Agar buah yang telah dipanen tidak cepat membusuk, maka cabai dapat dikeringkan untuk disimpan pada jangka waktu yang lebih lama. Setelah dikeringkan, cabai rawit juga bisa disimpan dalam wadah kedap udara. Agar proses pengeringan menjadi lebih cepat dapat digunakan pengering makanan yang berfungsi untuk menyerap kelembapan atau kandungan air dalam buah cabe. Atau bisa juga dengan memanggangnya pada pemanggang kue dengan suhu 150° F selama beberapa jam. Namun pastikan agar cabai tidak terlalu kering atau hangus.

cabe kering
cabe kering -sumber gambar: bebeja.com

Jika tidak memiliki pengering makanan, maka bisa pula dilakukan dengan cara manual yaitu dengan menjemurnya di bawah terik matahari. Proses ini mungkin akan membutuhkan waktu yang lebih lama karena bergantung dengan kondisi cuaca matahari. Letakkan cabai rawit pada permukaan datar kemudian jemur pada satu sisi dan jangan lupa untuk membalikkannya pada sisi lain ketika cabai sudah mengering.

Cabai rawit kering memang tidak bisa digunakan untuk membuat sambal. Namun rasa pedas dari cabai rawit tidak hilang sehingga bisa dijadikan sebagai cabai bubuk.

Membuat Benih Cabai Rawit

Potong cabai rawit menjadi dua bagian. Semua biji yang terdapat didalamnya dapat dijadikan sebagai benih cabai rawit. Kumpulkan semua biji kemudian letakan diatas wadah terbuka dan biarkan selama 24 jam. Setelah itu masukan semua biji kedalam kantong plastik dan beri label cabai rawit. Simpan benih dalam kondisi udara sejuk, bukan dingin, hingga waktu tanam tiba.

Pemasaran Cabai Rawit

Cabai rawit biasa dan cabai rawit tentunya memiliki kualitas yang berbeda. Cabai rawit ditanam tanpa menggunakan bahan ilmiah sama sekali atau tanpa pestisida sehingga akan lebih sehat ketika dikonsumsi. Namun secara umum pemasaran cabai rawit tidaklah sulit karena memiliki pasar yang sangat luas mulai dari konsumen rumah tangga, industri besar, restaurant, swalayan, hotel dan masih banyak lagi. Pemasaran cabai rawit juga tidak hanya di dalam negeri, tapi juga diekspor hingga ke luar negeri. Pada dasarnya buah cabai rawit yang dijual bisa dalam bentuk cabai rawit segar, cabai kering, maupun dalam bentuk olahan tergantung permintaan pasar.

Manfaat dan Kandungan Nutrisi Cabai Rawit

Tingkat kepedasan dari cabai rawit memang tidak bisa dianggap remeh sehingga muncul pribahasa yang mengatakan bahwa, “kecil-kecil cabe rawit”. Namun dibalik kepedasan cabe rawit, ternyata cabai jenis ini menyimpan beberapa khasiat bagi kesehatan manusia. Beberapa manfaat cabai rawit bagi kesehatan diantaranya adalah membantu memperlancar aliran peredaran darah, membantu menghilangkan nyeri otot, dan juga membantu detoksifikasi tubuh.

Selain itu kandungan nutrisi yang ada dalam cabai rawit juga terbilang cukup bagus. 100gr cabai rawit mampu memberikan asupan gizi yang mencukupi bagi tubuh. Berikut ini adalah kandungan nutrisi cabai rawit yang dikutip dari website resepcaramemasak.org :

  • Vitamin C, 240%
  • Vitamin B6, 39%
  • Vitamin A, 32%
  • Vitamin E, 4,5%
  • Vitamin K, 11,5%
  • Zat besi13%
  • Tembaga 14%
  • Kalium 7% dari asupan harian yang disarankan

Leave a Response