Mengenal Lebih Jauh Tentang Cabai Pelangi (Ornamental Pepper)

Itu tadi beberapa manfaat cabai pelangi yang harus diketahui. Apabila Anda tertarik menanam cabai yang satu ini, Anda cukup memerhatikan proses pemupukan supaya bisa lebih produktif. Perawatannya tidak terlalu repot dilakukan, layaknya seperti keluarga cabai lainnya yang merupakan kelompok perdu. Selain itu, Anda juga perlu memerhatikan karakter tanah atau media tanam yang ideal. Biasanya yang ideal untuk cabai ialah tanah poros dan penuh dengan unsur hara. Media tanam ini dapat dibuat dari campuran sekam bakar, pakis kering, pasir, tanah, sedikit pasir, dan pupuk kandang.

Setelah seluruh bahan tersempu tersedia dan siap, Anda harus mencampai seluruh bahan. Kemudian aduk-aduk supaya tercampur menjadi satu. Setelah itu baru masukkan ke dalam pot plastik. Apabila Anda menggunakan tanah humas siap pakai yang ada di pasaran, maka caranya cukup mudah. Tanah humus memang sudah mengandung seluruh bahan yang telah disebutkan di atas.

Anda juga perlu mengetahui bahwa pot bunga yang tepat untuk menanam cabai ialah pot yang mempunyai lubang-lubang pada bagian bawahnya. Gunanya sebagai saluran pembuangan air. Cabai memang tidak bisa tumbuh pada tanah yang berair, sehingga perlu ada drainasi pada pot tanaman. Langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan ialah melakukan penyemaian bibit. Biasanya bibit cabai akan diperbanyak melalui biji-bijinya. Sehingga Anda harus memilih biji yang kering, lalu rendam di dalam air baru yang disebar pada pot-pot bunga. Sebaiknya sirami dengan memakai spuyer secara berkala. Biasanya selama lima hari akan muncul tunas-tunas baru.

Apabila bibit cabai tersebut telah berukuran 10 cm, maka Anda bisa memindah ke pot bunga. Pemindahan ini harus dilakukan secara berhati-hati supaya tidak merusak akar maupun batang pohon. Setelah dipindahkan, Anda harus melakukan perawatan secara rutin untuk disiram. Pada saat pagi hari, sebaiknya letakkan pot di luar rumah. Namun ingat, jangan sampai terkena sinar matahari secara langsung agar tidak layu. Biasanya pohon akan berbuah pada saat berusia 3 bulan.

Sebenarnya perbedaan antara cabai rawit lokal dengan cabai pelangi terlihat cukup jelas, yakni pada skema perubahan warna yang terjadi seiring bertambahnya umur cabai tersebut. Skema perubahan warna untuk cabai lokal ialah berwarna putih kekuningan, jingga, sampai merah. Sementara untuk cabai pelangi, skema perubahan warnanya yaitu ungu, putih, keunguan, kuning, jingga, hingga merah.

Menariknya lagi, cabai pelangi ini tidak memerlukan perawatan khusus seperti perawatan tanaman cabai pada umumnya. Cabai bisa berproduksi terus sepanjang tahun apabila tanaman tumbuh subur. Penyebaran tanaman cabai pelangi ini juga sudah menjangkau hampir di seluruh Indonesia. Tetapi memang kebanyakan baru sebatas hobi saja.

Berbicara mengenai harga, bibit cabai pelangi ini dijual dengan kisaran harga antara Rp 1000 hingga Rp 2000 per biji. Sementara untuk pohon cabai pelangi dapat diperoleh dengan kisaran harga antara Rp 10.000 sampai ratusan ribu rupiah. Belum banyak yang membudidayakan cabai pelangi sampai sekarang ini sehingga keberadaannya masih terbilang cukup langka.

Berikut ini merupakan beberapa proses yang harus dilakukan, antara lain:

Leave a Response