Mengenal Lebih Jauh Tentang Cabai Pelangi (Ornamental Pepper)

Bagi Anda yang mengaku gemar bertani, tentu cabai menjadi salah satu tanaman yang kerap ditanam. Cabai merupakan buah dan tumbuhan yang menjadi anggota dari genus Capsicum. Buah dari cabai bisa digolongkan menjadi sayuran atau bumbu, hal ini tergantung bagaimana cabai tersebut dipakai. Salah satu jenis cabai yang sering digunakan ialah cabai pelangi atau ornamental pepper. Cabai ini juga memiliki nama lain seperti bolivian rainbow pepper dan cabai otnamental bianglala.

Lalu apa itu sebenarnya cabai pelangi? Mungkin selama ini Anda pernah melihat cabai berwarna merah, hijau, kuning, atau mirip pelangi karena warnanya bermacam-macam. Banyak yang menyebut bahwa cabai warna-warni tersebut cabai rawit yang bisa dimakan bersama gorengan. Cabai ini berasal dari Amerika Selatan. Namun ada juga yang mengatakan bahwa cabai ini berasal dari Brasil. Berbicara asalnya, cabai ini merupakan hasil perkawinan silang dari beberapa jenis cabai. Bahkan jenis cabai ini juga lazim digunakan sebagai tanaman hias.

Bolivian rainbow pepper ini memiliki kepedasan maksimal 30.000 SHU. Apabila dibandingkan dengan cabai rawit berwarna hijau yang berada di pasaran, dengan 50.000 – 100.000 SHU, tentu masih kalah pedas. Sehingga cabai ini lebih banyak digunakan sebagai tanaman hias, walau sebenarnya dikonsumsi juga bisa. Cabai pelangi bukanlah tumbuhan yang dapat tumbuh tinggi dan besar. Tingginya hanya bisa mencapai 50 cm, sehingga apabila Anda tidak memiliki lahan yang luas, Anda bisa tetap menanamnya di teras rumah dengan media pot karena tidak akan memakan banyak tempat.

Tumbuh selama berabad-abad di Bolivia (Central South America), cabai Bolivia Rainbow merupakan tanaman cabai yang cantic dan cocok digunakan sebagai hiasan. Warna cabai berubah mulai dari warna ungu, kemudian menjadi kuning, menuju ke oranye, dan akhirnya ketika masak berwarna merah. Semua tahapan warna itu terjadi dalam satu rentetan, sesuai dengan tingkat kematangan cabe. Sehingga, ketika dalam satu pohon cabe Bolivia Rainbow mempunyai banyak buah yang tingkat kematangannya berbeda-beda, maka tanaman tersebut akanterlihat cantik dan berwarna warni layaknya pelangi.

Cabai ini dapat tumbuh didalam ruangan dan akan menghasilkan buah terus menerus sepanjang tahun. Apabila tumbuh di luar, mereka membutuhkan iklim yang hangat. Cabai ini berukuran kecil, sekitar satu inci (2,5 cm) dan berbentuk seperti kerucut, dan tumbuh tegak keatas. Ditambah lagi dengan warna daun dan bunganya yang berwarna ungu, membuat Cabe Bolivia Rainbow ini semakin unik dan menarik.

Cabai Numex Twilight (Bolivian Rainbow) adalah salah satu varietas yang paling tidak biasa cabai dikembangkan di New Mexico State University (yang menciptakan semua “NuMex” . Cabai ini tumbuh sekitar 18 inci tinggi dan berbuah diawali yang berwarna ungu, kemudian berubah ke kuning dan oranye, sampai menjadi merah bila sudah masak. Uniknya, cabai ini bisa menghasilkan efek pelangi di atas daun tanamannya yang berwarna hijau.

Berbicara mengenai manfaat, cabai mempunyai beberapa manfaat antara lain kandungan betakaroten (Provitamin A) dan vitamin C yang ternyata kadarnya lebih banyak daripada buah-buahan seperti nanas, semangka, dan manga. Tak hanya itu saja, kadar mineral pada cabai, seperti kalsium dan fosfor, juga melebihi kadar mineral yang ada di dalam ikan segar. Memang cabai hijau maupun paprika mempunyai kandungan vitamin C yang lebih tinggi. Sedangkan Kapsaisin merupakan salah satu zat yang bisa membuat cabai menjadi terasa lebih pedas, tempat melekatnya biji, dan untuk menyimpan di dalam urat putih cabai. Kapsaisin bersifat stomakik, yang artinya bisa meningkatkan nafsu makan. Sedangkan bijinya menganding solamidine, solanine, solasodine, solamargine, steroid saponin (kapsisidin), dan solasomine. Kapsisidin ini memiliki khasiat sebagai antibiotik.

Anda juga perlu mengetahui bahwa cabai pelangi ini mempunyai perubahan warna yang menarik dari muda ke tua. Perubahan warna seperti ini yang menyebabkan cabai ini disebut pelangi. Di dalam satu tanaman, warna cabainya bisa berwarna-warni. Perubahannya meliputi ungu – kuning – oranye – merah. Berikut ini merupakan klasifikasi dari cabai yang perlu Anda ketahui.

  • Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
  • Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
  • Super divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
  • Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
  • Kelas: Magnoliopsida (Berkeping dua/dikotil)
  • Sub Kelas: Asteridae
  • Ordo: Solanales
  • Famili: Solanaceae (Suku terung-terungan)
  • Genus: Capsicum
  • Spesies: Capsicum annum L.
  • Kultivar: Bolivian rainbow

Berikut ini merupakan karakteristik dari cabai pelangi yang perlu diketahui.

  • Tingkat kepedasan: 5.000 – 30.000 SHU
  • Tinggi tanaman rata-rata: 60-90cm
  • Iklim ideal: Dataran rendah – tinggi
  • Sinar matahari: Sepanjang hari
  • Media tanam: Tanah2 : Humus1
  • Kebutuhan air: Sedang

Untuk manfaat, cabai pelangi ini memiliki beberapa manfaat, yaitu:

1. Sebagai ornamen

cabai pelangi
tanaman cabai pelangi. image: kompasiana.com

Cabai hias memiliki warna yang indah dan cerah. Di daerah tropis, cabai pelangi bisa berkembang dan masak sepanjang tahun karena intensitas sinar matahari yang tinggi. Mereka juga dapat tumbuh di dalam ruangan asalkan tetap mendapat sinar matahari secara langsung. Sinar matahari membantu pewarnaan cabai ini, biasanya semakin tua dan semakin masak di pohon maka corak warnanya akan semakin indah. Tidak hanya untuk menghiasi halaman rumah atau kebun Anda, tapi cabai hias juga bisa digunakan untuk menghiasi piring saji dan membuat hidangan tampak lebih meriah.

2. Sebagai penambah rasa

Apabila Anda tidak terlalu menyukai cabai rawit, maka Anda bisa mencoba cabai yang satu ini. Rasa cabai pelangi memang tidak terlalu pedas, sehingga bagi Anda yang menggemari cabai rawit dan sering mengonsumsinya dalam jumlah banyak tidak tepat. Rasa pedasnya yang lebih lemah membuatnya memiliki pangsa konsumen sendiri. Namun bukan berarti cabai ini tidak dapat digunakan untuk memasak atau campuran makanan. Campurkan cabai hias ini ke salad sayuran Anda, atau keringkan dan gunakan untuk membuat pickle (acar khas orang Amerika). Untuk Anda yang tidak terlalu gemar makanan pedas, cabai ini dapat dijadikan alternatif karena kegaringan dan intensitas ketajaman rasanya masih khas cabai.

3. Sebagai nutrisi

Jangan salah paham, meski tampilan dan rasanya tidak seperti cabai yang kita kenal pada umumnya, namun cabai hias tetap memiliki kandungan nutrisi yang kurang lebih sama dengan cabai lain, ditambah dengan nilai kalori yang rendah. Mulai dari manfaat vitamin A yang kaya akan antioksidan, manfaat vitamin C yang menjaga kekebalan tubuh, manfaat potasium untuk menjaga tekanan darah, manfaat asam folat yang dapat mencegah kanker, dan juga manfaat serat untuk meningkatkan kemampuan sistem pencernaan.

Kandungan capsaicin yang biasa ditemukan dalam cabai pedas dapat meningkatkan metabolisme dengan meningkatkan temperatur tubuh, serta menekan nafsu makan. Terdapat pula dihydrocapsiate (DCT), saudara capsaicin yang biasa ditemukan pada cabai yang cenderung manis dan tidak terlalu pedas. Capsaisin ini tidak akan hilang atau teurai dengan air, jadi kalau Anda merasa kepedasan (baik karena cabai hias atau jenis cabai yang lain) minumlah susu untuk menghilangkan rasa pedasnya. Ada juga kandungan piperine (biasanya juga ditemukan di lada hitam) yang dapat mencegah sel lemak baru terbentuk. Para peneliti hanya pernah mengujinya pada sel tikus, sehingga tidak ada bukti bahwa zat ini dapat bekerja juga pada manusia. Namun kalau Anda senang mengonsumsi cabai atau pun lada hitam, silahkan saja. Mereka bebas kalori dan tidak akan meningkatkan tekanan darah Anda. Hanya saja jangan terlalu berharap cabai akan membantu Anda kurus.

Itu tadi beberapa manfaat cabai pelangi yang harus diketahui. Apabila Anda tertarik menanam cabai yang satu ini, Anda cukup memerhatikan proses pemupukan supaya bisa lebih produktif. Perawatannya tidak terlalu repot dilakukan, layaknya seperti keluarga cabai lainnya yang merupakan kelompok perdu. Selain itu, Anda juga perlu memerhatikan karakter tanah atau media tanam yang ideal. Biasanya yang ideal untuk cabai ialah tanah poros dan penuh dengan unsur hara. Media tanam ini dapat dibuat dari campuran sekam bakar, pakis kering, pasir, tanah, sedikit pasir, dan pupuk kandang.

Setelah seluruh bahan tersempu tersedia dan siap, Anda harus mencampai seluruh bahan. Kemudian aduk-aduk supaya tercampur menjadi satu. Setelah itu baru masukkan ke dalam pot plastik. Apabila Anda menggunakan tanah humas siap pakai yang ada di pasaran, maka caranya cukup mudah. Tanah humus memang sudah mengandung seluruh bahan yang telah disebutkan di atas.

Anda juga perlu mengetahui bahwa pot bunga yang tepat untuk menanam cabai ialah pot yang mempunyai lubang-lubang pada bagian bawahnya. Gunanya sebagai saluran pembuangan air. Cabai memang tidak bisa tumbuh pada tanah yang berair, sehingga perlu ada drainasi pada pot tanaman. Langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan ialah melakukan penyemaian bibit. Biasanya bibit cabai akan diperbanyak melalui biji-bijinya. Sehingga Anda harus memilih biji yang kering, lalu rendam di dalam air baru yang disebar pada pot-pot bunga. Sebaiknya sirami dengan memakai spuyer secara berkala. Biasanya selama lima hari akan muncul tunas-tunas baru.

Apabila bibit cabai tersebut telah berukuran 10 cm, maka Anda bisa memindah ke pot bunga. Pemindahan ini harus dilakukan secara berhati-hati supaya tidak merusak akar maupun batang pohon. Setelah dipindahkan, Anda harus melakukan perawatan secara rutin untuk disiram. Pada saat pagi hari, sebaiknya letakkan pot di luar rumah. Namun ingat, jangan sampai terkena sinar matahari secara langsung agar tidak layu. Biasanya pohon akan berbuah pada saat berusia 3 bulan.

Sebenarnya perbedaan antara cabai rawit lokal dengan cabai pelangi terlihat cukup jelas, yakni pada skema perubahan warna yang terjadi seiring bertambahnya umur cabai tersebut. Skema perubahan warna untuk cabai lokal ialah berwarna putih kekuningan, jingga, sampai merah. Sementara untuk cabai pelangi, skema perubahan warnanya yaitu ungu, putih, keunguan, kuning, jingga, hingga merah.

Menariknya lagi, cabai pelangi ini tidak memerlukan perawatan khusus seperti perawatan tanaman cabai pada umumnya. Cabai bisa berproduksi terus sepanjang tahun apabila tanaman tumbuh subur. Penyebaran tanaman cabai pelangi ini juga sudah menjangkau hampir di seluruh Indonesia. Tetapi memang kebanyakan baru sebatas hobi saja.

Berbicara mengenai harga, bibit cabai pelangi ini dijual dengan kisaran harga antara Rp 1000 hingga Rp 2000 per biji. Sementara untuk pohon cabai pelangi dapat diperoleh dengan kisaran harga antara Rp 10.000 sampai ratusan ribu rupiah. Belum banyak yang membudidayakan cabai pelangi sampai sekarang ini sehingga keberadaannya masih terbilang cukup langka.

Berikut ini merupakan beberapa proses yang harus dilakukan, antara lain:

1. Penyemaian biji

Rendam biji cabai pelangi di dalam air hangat kurang lebih selama 2 jam. Setelah itu, biji tersebut diangin-anginkan selama beberapa menit. Tanam biji di media semai, lalu siram pada pagi dan sore hari. Tetapi air siraman jangan sampai menggenang di media semai tersebut. Biji akan tumbuh kira-kira dalam waktu satu minggu.

2. Pemindahan

Pindahkan tanaman cabai apabila telah memiliki daun sebanyak 6 – 8 helai. Tanaman tersebut dipindahkan ke media tanam baru berupa tanah yang sudah dicampur dengan pupuk kandang dan sekam padi. Lalu gunakan wadah seperti polybag, pot, atau tanah secara langsung sesuai dengan keinginan Sobat.

3. Pemupukan

Berikan pupuk daun seperti pupuk NPK apabila tanaman belum berbunga. Sedangkan jika telah berbunga, pakailah pupuk NPK khusus untuk pembungaan dan pengendalian hama cabai.

4. Pemanenan

Cabai pelangi mulai berbunga pada saat 90 hari sesudah penanaman. Buah yang telah siap untuk dipetik akan berwarna merah cerah.

Perlu diketahui, jenis cabai hias yang banyak ditanam ialah jenis sweet orange baby. Jenis cabai ini memiliki bentuk yang kecil seperti cabe rawit, namun bentuknya menggelembung dan memiliki warna-warna cantik. Apabila Anda tertarik dengan salah satu jenis cabai ini, tentu Anda bisa menanamnya di rumah. Kemudian membuat suasana ruangan atau halaman rumah menjadi lebih ceria dan menarik karena warna-warna pelangi dari tanaman cabai pelangi ini.

Berikut ini merupakan panduan untuk menaman dan merawat cabai rawit.

1. Mempersiapkan media tanam

Sebenarnya untuk menanam jenis cabai ini tidak diperlukan media tanam yang terlalu khusus. Anda cukup menggunakan tanah yang gembur dengan kandungan zat hara. Adapun campuran bahan yang digunakan untuk membuatnya adalah arang sekam, pasir, pakis kering, kandang/kompos, dan tanah dengan komposisi 1:1:1:1:1. Semua bahan-bahan tersebut dicampurkan dan diaduk secara merata kemudian tempatkan dalam pot yang harus memiliki drainase baik.

2. Pembenihan

Cabai hias ini diperbanyak dari jumlah biji, sama halnya dengan cabai pada umumnya. Namun tentu saja benih yang dipilih ialah benih dari buah yang benar-benar tua kemudian dikeringkan di bawah sinar matahari. Sebelum ditebar pada media tanam benih yang siap semai, cabai ini harus direndam terlebih dahulu. Setelah itu lakukan penyiraman secara teratur. Jangan sampai kurang atau lebih dalam memberikan penyiraman. Dalam waktu 5 hari maka akan mulai muncul kecambah.

3. Penanaman dan perawatan

Setelah tinggi bibit telah mencapai 10 cm, maka bibit sudah siap dipindahkan ke dalam pot untuk diletakkan ke dalam ruangan atau pada pekarangan rumah. Melakukannya pun harus dengan hati-hati pada saat pemindahan agar akar dan batang tidak membusuk. Letakkan tanaman di tempat yang mendapatkan sumber matahari cukup. Bisa juga diletakkan di tempat yang teduh, namun tetap mendapatkan cahaya matahari. Dalam waktu 3 bulan cabai pelangi hias pun akan mulai berbuah.

Itu tadi penjelasan lengkap mengenai cabai pelangi. Bagaimana, apakah Anda tertarik untuk membudidayakan cabai yang memiliki warna unik ini? Tidak perlu membeli hiasan mahal-mahal, cukup dengan cabai pelangi saja, maka rumah Anda akan terlihat lebih indah dan cantik.

 

 

share on:

Leave a Response