Tanaman Hidroponik : Mengenal Cara Budidaya Secara Lengkap

Mengenal Budidaya Tanaman Hidroponik. Hidup di era modern seperti saat ini menawarkan berbagai kemudahan kepada kita. Tak seperti orang – orang zaman dahulu yang untuk makan saja perlu berburu atau bercocok tanam terlebih dahulu, kita disuguhkan berbagai kepraktisan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Misalnya saja untuk makan, kita sudah tak perlu lagi repot – repot menanam terlebih dahulu makanan yang akan dikonsumsi sebab kita bisa membeli bahan – bahan makanan tersebut di pasar ataupun supermarket. Jika ingin lebih praktis lagi, tinggal membeli makanan di rumah makan maupun restoran cepat saji.

Sayangnya, gaya hidup serba praktis tersebut terkadang memberikan dampak buruk. Sebab segala sesuatu yang instan selalu ada efek samping yang ditimbulkan. Misalnya saja dampak buruk bagi kesehatan karena mengkonsumsi sayur dan buah – buahan berpestisida bahkan berbahan pengawet. Kita memang tidak bisa memastikan bahan – bahan berbahaya apa saja yang terdapat pada buah da sayur yang kita beli.

Nah, mengapa kita tidak mencoba untuk menanam sendiri saja sayur – mayur dan buah – buahan yang ingin kita makan. Namun terkadang, bukan lamanya proses menanam yang menjadi hambatan bagi kita untuk menanam sendiri bahan makanan yang ingin dikonsumsi. Tetapi halangan paling lazim yang membuat kita enggan menanam sayur dan buah sendiri adalah karena berbagai keterbatasan yang ada, terutama jika kita tinggal di daerah perkotaan padat penduduk. Misalnya saja keterbatasan waktu luang untuk merawat sayur dan buah yang kita tanam, dan tentu saja keterbatasan lahan tempat menanamnya.

Sekali lagi perkembangan teknologi memberikan kita solusi dari masalah – masalah aktual yang kita hadapi sehari – hari. Jika keterbatasan waktu dan lahan menjadi hambatan untuk kita menanam buah dan sayuran sendiri, maka kita perlu berkenalan lebih jauh dengan metode tanam hidroponik. Ya, metode tanam hidroponik adalah teknologi pertanian terbaru yang memungkinkan kita untuk tetap bercocok tanam dengan mengatasi masalah lahan sempit serta terbatasnya waktu luang untuk merawat tanaman kita tersebut.

Hidroponik adalah metode menanam dengan media tanam selain tanah. Dimana hidroponik menggunakan air sebagai media tanam utama. Agar tanaman tetap memperoleh nutrisi sebagaimana ketika ditaman di dalam tanah, maka air yang dipakai sebagai media tanam ditambahkan dengan nutrisi khusus untuk hidroponik. Karena tidak ditanam di tanah, maka tempat menanam dan perawatannya pun bisa kita atur sedemikian rupa agar sesuai dengan kondisi lahan dan keterbatasan waktu yang kita miliki. Bahkan dengan hidroponik ini kita tak perlu susah payah menyiram tanaman ataupun menyiangi rumput seperti ketika menanam dengan metode konvensional. Sehingga selain hemat tempat juga menghemat waktu perawatan tanaman.

Berikut ini beberapa cara menanam hidroponik tanaman sayuran :

Cara menanam Hidroponik :

1. Memilih Metode Hidroponik

Cukup banyak metode hidroponik yang bisa dipilih mulai dari yang sederhana dengan sistem apung menggunakan bak ataupun botol – botol air mineral bekas sebagai tempat bertanam hidroponik hingga yang cukup rumit seperti sistem NFT dengan menggunakan rangkaian paralon – paralon yang dilubangi sebagai tempat menanam sayur dan buah yang biasa digunakan pada pertanian hidroponik profesional. Untuk pemula, ada baiknya jika mencoba hidroponik sistem rakit apung terlebih dahulu.

tanaman hidroponik
Sistem hidroponik apung. Sangat cocok untuk tanaman sayuran. Sumber gambar : pixabay

Tanaman hidroponik sistem rakit apung ini dikenal dengan nama sistem deep water culture (DWC) dimana pada teknik ini tanaman tumbuh pada genangan air yang diberi nutrisi. Jenis tanaman yang bisa dtanam dengan teknik ini adalah tanaman yang ringan, seperti sayuran, tanaman yang tidak berbuah besar dan juga tanaman hias.

Cara membuat sistem rakit apung tanaman hidroponik adalah sebagai berikut.

Bahan

  • 1 bak plastik 50 x 30 x 20 (menyesuaikan)
  • Rockwool secukupnya
  • Gelas air mineral
  • Styrofoam 50 x 30 cm
  • Alumunium foil

Cara Pembuatan

  1. Siapkan Styrofoam dan potong sesuai dengan ukuran bak plastik yang anda miliki
  2. Lapisi Styrofoam dengan alumunium foil
  3. Lubangi Styrofoam dengan diameter sebesar diameter gelas air mineral bagian tengah
  4. Masukkan air yang telah diberikan nutrisi pada bak lalu tempatkan Styrofoam di atasnya
  5. Lubangi bagian dasar dari seluruh gelas air mineral yang ada
  6. Tempatkan gelas air mineral tersebut pada setiap lubang hingga dasar gelas menyentuh permukaan air yang tercampur dengan nutrisi, di mana jarak antara dasar gelas dan dasar bak kira-kira 5 cm
  7. Potonglah rockwool dengan ukuran 3 x 3 x 3 cm dan buatlah celah pada bagian tengahnya sebagai tempat untuk menaruh bibit tanaman
  8. Tempatkan rockwool tadi pada gelas air minum tersebut.

Prinsip Kerja Hidroponik Rakit Apung

Tanaman mengapung bersama styrofoam diatas larutan nutrisi. Larutan nutrisi dibiarkan terus menerus menggenang seperti kolam sehingga akar tanaman akan dapat menyerap nutrisi tanaman tanpa takut kekurangan atau kehabiasan. Cara ini memungkinkan bagi tanaman hidroponik untuk tetap mendapatkan asupan makanan dari larutan nutrisi di bawahnya. Karena itu, jumlah nutrisi yang harus tersedia dalam kolam harus diperhatikan dengan tepat.

Ada sebagian akar tanaman yang tidak terendam dalam larutan nutrisi atau berada diatas permukaan untuk memungkinkan terjadinya percampuran oksigen dengan nurtisi yang diserap tanaman. Hal ini sangat penting mengingat unsur oksigen sangat diperlukan tumbuhan untuk proses fotosintesis.

Ada baiknya juga Anda memasang aerator di dalam kolam yang akan berfungsi membuat gelembung udara untuk meningkatkan suplai udara bagi tanaman.

Hal Penting Diperhatikan Dalam Teknik Hidroponik Sistem Rakit Apung

Yang perlu dikontrol dalam sistem ini adalah pertama, ukuran pH  air. Ukuran pH harus dijaga pada batasan 5,5 – 6,8. Yang kedua adalah, ketinggian air. Pastikan akar tanaman hidroponik tetap dapat menjangkau larutan air dalam kolam. Berikut adalah, nutrisi. Pastikan juga untuk mengganti air nutrisi tersebut sekali dalam seminggu. Untuk komposisi larutan nutrisi, perhatikan langkah berikut.

2. Membuat Larutan Nutrisi Tanaman Hidroponik

Larutan nutrisi hidroponik bisa dibuat sendiri ataupun membeli yang sudah jadi di toko – toko pertanian ataupun toko tanaman. Untuk membuatnya sendiri, bisa dengan mencampurkan pupuk NPK, KCL, Urea dan ZA sebagai larutan nutrisinya. Jika ingin lebih alami, maka bisa membuat pupuk organik dengan larutan nutrisi dari jerami, kotoran ayam dan bekatul yang dicampur dengan air dan diencerkan sebagai nutrisi tanaman hidroponik. Larutan hidroponik ini bisa diganti setiap 1 minggu sekali atau hingga air mulai menjadi bening kembali.

Menanam sayur hidroponik
Meracik nutrisi hidroponik secara organik.
Bahan – bahan dasar adalah jerami, kotoran ayam dan bekatul. Campuran ini ditambahkan air dengan perbandingan 2 : 1. 2 untuk pupuk organik dan 1 untuk air. Sumber : belajarberkebun.com

Jika Anda lebih memilih untuk membeli langsung, nutrisi yang dipakai adalah pupuk AB – MIX, nutrisi diformulasikan khusus untuk Hidroponik, menggunakan bahan bermutu yang larut 100% dalam air. Mengandung unsur-unsur makro N, P, K, Ca, Mg, S serta unsur-unsur mikro Fe, Mn, Zn, B, Cu, dan Mo.

3. Penyemaian Bibit

Bibit sayur dan buah yang akan ditanam secara hidroponik harus disemai terlebih dahulu di media tanam yang diinginkan. Umumnya media tanam hidroponik menggunakan Rockwool, cocopeat, pakis cacah ataupun media tanam selain tanah yang akan ditempatkan pada net pot.

Menanam sayur hidroponik
Penyemaian bibit dengan menggunakan rockwool.
Sumber gambar : pixabay

Net pot yakni pot kecil tempat akar dan batang tanaman diletakkan untuk kemudian diapungkan atau diletakkan di atas larutan nutrisi hidroponik yang telah disediakan. Proses penyemaian tersebut bisa memakan waktu 1 – 2 minggu sampai tanaman siap dipindah ke sistem hidroponik yang diinginkan. Bibit buah dan sayur yang bisa ditanam secara hidroponik prinsipnya adalah yang tidak berbatang kayu. Sehingga tanaman seperti sawi, selada, tanaman hias, dan lain sebagainya cocok untuk ditanam secara hidroponik.

Sangat mudah dan sederhana bukan? Dengan metode menanam sayur hidroponik ini, bahkan ketika tinggal di kota sekalipun kita tetap bisa menanam sendiri sayur yang diinginkan. Gaya hidup yang lebih sehat pun bisa kita mulai dari pekarangan rumah kita sendiri.

Demikian cara menanam hidroponik tanaman sayuran. Selamat mencoba!

Leave a Response