Mengenal Berbagai Jenis Tanaman Obat dan Khasiatnya

Tanaman obat. Mungkin Anda sudah sering mendengar tanaman obat. Namun apakah Anda sudah benar-benar memahami apa itu tanaman obat? Tanaman obat merupakan jenis-jenis tanaman yang memiliki manfaat sebagai obat. Biasanya digunakan untuk mencegah berbagai penyakit maupun penyembuhan. Tanaman obat ini biasanya mengandung zat adiktif yang dapat mengobati penyakit tertentu. Namun bisa juga tidak mempunyai kandungan zat aktif tertentu, tapi memiliki kandungan efek resultan atau sinergi yang berasal dari berbagai zat yang bisa mengobati.

Tanaman obat dapat dikatakan sebagai salah satu ramuan utama yang digunakan untuk produk-produk obat herbal, baik yang sengaja ditanam maupun tumbuh dengan liar. Bisa juga dikatakan sebagai bahan yang asalnya dari tanaman yang masih murni, sederhana, dan belum diolah. Tanaman ini bisa dipakai menjadi bahan obat tradisional maupun obat herbal. Sehingga bagian tanaman digunakan untuk bahan pemula dari bahan baku obat.

Penggunaan tanaman obat ini bisa digunakan dengan cara ditempel, diminum, atau dihirup, sehingga bisa memenuhi konsep kerja reseptor saat menerima senyawa kimia maupun rangsangan. Banyak manfaat yang dapat ditemukan di dalam tanaman obat ini. Beberapa manfaat tanaman obat antara lain bisa menjaga kesehatan, memperbaiki status gizi komunitas, menghijaukan lingkungan, hingga meningkatkan pendapatan komunitas. Tentu ada banyak manfaat yang bisa dirasakan dengan adanya tumbuhan obat. Walau saat ini kita bisa melihat bahwa kemajuan di dalam bidang teknologi dan ilmu pengetahuan memang terus berkembang pesat, namun tidak bisa dipungkir bahwa penggunaan tumbuhan menjadi obat tradisional memang masih ada.

Jenis-jenis Tanaman Obat

Kita bisa melihat bahwa di sekeliling terdapat banyak tanaman yang berguna untuk kesehatan manusia. Tak heran jika akhirnya banyak masyarakat yang mencoba menanam tanaman tersebut secara mandiri di pekarangan rumah. Perlu diketahui bahwa ada beberapa jenis tanaman berkhasiat obat yang ada saat ini, seperti daun ungu, gandarusa, pegagan, kembang coklat, papaya, tapak dara, peria, greges otot, jarak parak, cocor bebek, kayu Aceh, gedung hitam, iler, kacar, tebu hitam, kayu usin, jambu biji, serei, pandan wangi, kayu gambir, rimbang, gingseng, jerango, rimbang, kunyit, temulawak, kunyit, lengkuas, hingga jahe.

Jenis-jenis tanaman obat dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu tanaman atau bagian tanaman yang dipakai sebagai bahan pembuatan jamu, tanaman yang digunakan untuk bahan baku, atau tanaman yang diekstradisi lalu ektra tanaman tersebut digunakan sebagai obat. Bagian tanaman yang dipakai sebagai obat ialah bunga, daun, buah, kulit, dan akar. Tentu semuanya tergantung dengan jenis tanaman.

Kita bisa melihat bahwa di Indonesia sendiri terdapat banyak sekali jenis tanaman obat yang tersebar di berbagai daerah. Tentu setiap daerah pun memiliki resep sendiri-sendiri di dalam mengolah tanaman herbal menjadi obat. Menggunakan obat alami seperti ini bisa meminimalisir efek samping dari obat lain yang dipakai. Selain itu, tanaman obat juga bisa mengobati penyakit sekaligus menghilangkan ketergantungan terhadap obat-obatan kimia. Berikut ini merupakan beberapa tanaman obat serta khasiatnya dalam mengobati penyakit yang perlu diketahui.

1. Temulawak

tanaman obat temulawak
tanaman obat temulawak. image: detik.com

Tanaman obat yang satu ini tentu sudah tidak asing lagi didengar. Temulawak merupakan tanaman rempah yang mempunyai banyak khasiat bagi kesehatan. Nama latin dari temulawak ialah Curcuma zanthorrhiza. Bagian-bagian temulawak yang sering dimanfaatkan ialah bagian akar atau rimpang. Biasanya bagian ini sering diolah menjadi obat dari berbagai penyakit. Ada beberapa kandungan yang terdapat dalam rimpang temulawark, antara lain minyak atsiri, glukosida, kamfer, foluymetik karbinol, kurkuminoid, fellandrean, dan turmerol atau minyak menguap.

Beberapa manfaat temulawak antara lain mengatasi gangguan ginjal, menyehatkan jantung, melancarkan pencernaan, menjaga kesehatan hati, mengurangi radang sendi, mengatasi masalah pencernaan, membantu menurunkan lemak darah, dan melawan kanker. Sedangkan untuk pengobatan tradisional, temulawak bermanfaat untuk menyembuhkan hepatitis, meredakan derita asma, pengobatan sakit ginjal, menyembuhkan bisul, mengatasi mual, hingga menguragi kelelahan otot. Bahkan temulawak juga berperan di dalam berbagai bidang kesehatan seperti mencegah darah kotor, sebagai antioksidan, obat jerawat dan komedo, melancarkan haid, membersihkan wajah, mencegah insomnia, dan meningkatkan nafsu makan.

Khasiat dari tanaman ini tentu akan semakin terasa apabila dikombinasikan dengan tanaman obat lainnya. Untuk membuat ramuan temulawak, Anda bisa melakukan beberapa langkah berikut ini. Namun sebelumnya persiapkan terlebih dahulu bahan-bahannya, seperti 10 lembar daun ungu yang telah diremas-remas, 1 jari rimpang temulawak yang sudah diiris-iris, dan 1 gelas air putih.

Kemudian untuk membuatnya, Anda bisa membersihkan rimpang temulawak dengan daun ungu sampai bersih. Lalu masukkan kedua bahan tersebut ke dalam panci kecil yang telah berisi air. Rebus kedua bahan hingga mendidih, lalu angkat dan dinginkan. Saring rebusan tadi, kemudian minum ramuan tersebut sebanyak 2 kali sehari secara rutin sebanyak setengah kelas. Anda bisa melakukan pengobatan dengan ramuan temulawak hingga kondisi kesehatan pulih kembali.

2. Belimbing Wuluh

tanaman obat belimbing wuluh
tanaman obat belimbing wuluh. image: merdeka.com

Belimbing wuluh merupakan tanaman yang biasa dikenal dengan sebutan belimbing sayur karena memang sering dipakai sebagai bumbu masakan demi memberikan rasa asam yang begitu kuat. Tanaman yang mempunyai nama latin Averrhoa bilimbi ini juga bisa dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Beberapa bagian belimbing wuluh yang bisa dipakai sebagai obat antara lain daun, bunga, buah, dan batang.

Kandungan-kandungan yang terdapat pada belimbing wuluh antara lain 32 kal energi; 7 gram karbohidrat; 0,4 g protein; 52 mg vitamin C; 10 mg kalsium; 10 mg fosfor; dan 1,0 mg zat besi. Jika berbicara mengenai manfaatnya, belimbing wuluh memiliki beberapa manfaat seperti mengobati rematik, gusi berdarah, gondongan, sariawan, hingga pegal linu. Selain itu, belimbing wuluh juga bisa mengobati diabetes, hipertensi, batuk kering, sesak nafas, dan panu.

Apabila ingin menggunakan belimbing wuluh sebagai obat tradisional, Anda bisa membuat racikannya. Bahan-bahan yang dibutuhkan antara lain bunga belimbing wuluh, air, dan gula batu. Sedangkan cara membuatnya, pertama rebus daun belimbing wuluh tersebut sambil dicampurkan dengan air gula maupun air batu. Kemudian tunggu hingga benar-benar matang, lalu saring. Minum air rebusan hangat tersebut sebanyak 2-3 kali sehari.

3. Lidah Buaya

tanaman obat lidah buaya
tanaman obat lidah buaya. image: idntimes.com

Tanaman obat selanjutnya yang berkhasiat ialah lidah buaya. Tanaman ini dapat dikatakan sebagai tanaman dengan sejuta manfaat. Mulai dari menghilangkan jerawat, kesehatan rambut, hingga mengobati berbagai macam penyakit. Tanaman dengan nama latin Aloe vera ini mengandung beberapa zat yang berguna bagi tubuh, seperti energi, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, vitamin B1, dan vitamin C.

Apabila berbicara mengenai manfaat, lidah buaya berguna sebagai penyubur rambut, anti oksidan, menghilangkan ketombe, detoksifikasi, menjaga kesehatan rambut, menjaga kesehatan rambut, membantu gerakan usus, menjaga berat badan, melancarkan pencernaan, mengobati bisul, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menyembuhkan luka, menghilangkan jerawat, menghilangkan flek hitam, menyuburkan alis, membersihkan makeup, merawat kulit, menyehatkan bulu mata, mengobati wasir, hingga mengatasi diabetes. Untuk membuat ramuan dari lidah buaya, tentu caranya berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan.

Misalnya saja, untuk mengobati penyakit maag Anda bisa membuat ramuan dengan lidah buaya. Pertama, kupas lidah buaya kemudian ambil dagingnya sebanyak 500 gram. Cuci daging lidah buaya hingga bersih supaya tidak menimbulkan rasa pahit, tambahkan 2 sendok madu, haluskan lidah buaya, tuang ke dalam wadah, dan campur dengan 2 sendok teh madu. Supaya bisa mengobati rasa sakit maag secara efektif, Anda bisa mengonsumsi ramuan lidah buaya ini sebanyak 2 kali dalam sehari.

4. Daun Jarak

tanaman obat daun jarak
tanaman obat daun jarak. image: liputan6.com

Perlu diketahui bahwa sejak dulu daun jarak telah dipakai sebagai obat herbal tradisional. Sehingga tidak heran apabila tanaman ini termasuk dalam apotek hidup. Anda bisa memanfaatkan beberapa bagian dari daun jarak untuk pengobatan, seperti buah, daun, dan biji jarak yang dipercaya masyarakat dapat mengobati berbagai penyakit. Tanaman yang memiliki nama latin Ricinus communis ini mengandung berbagai zat yang bermanfaat bagi tubuh, seperti flavonoid, saponin, jatrophie, kaemfesterol, sitosterol, stigmasterol, amirin, teraksrol, nitrogen, fosfat, kalium, tanin, malam, resin, dan saponin.

Sedangkan manfaatnya bagi kesehatan juga cukup banyak, seperti mengobati sariawan, mengobati sakit gigi, mengobati luka, mengobati keputihan pada mulut bayi, mengobati radang telinga, mengatasi sembelit, mengatasi ketombe, menyuburkan rambut, mengencangkan payudara, memperbesar alat kelamin, hingga mengobati rematik. Tak hanya itu saja, daun jarak juga bisa mengobati gatal-gatal, jamur pada kulit, luka berdarah, rematik, hingga bengkak karena luka. Menariknya lagi, daun jarak juga bisa mengobati perut kembung yang biasanya terjadi pada anak-anak.

Apabila Anda ingin menggunakan daun jarak sebagai obat gatal-gatal, Anda bisa merebus beberapa lembar daun jarak hingga air mendidih. Setelah itu, tuangkan air rebusan daun jarak pada ember yang telah berisi air dingin. Campurkan hingga menjadi suam kuku. Air yang telah menjadi hangat suam-suam kuku tadi gunakan untuk mandi. Sebaiknya lakukan cara ini setiap pagi dan sore agar gatal di kulit cepat menghilang.

5. Daun Beluntas

tanaman obat daun beluntas
tanaman obat daun beluntas. image: merdeka.com

Tanaman obat ini sebenarnya sudah dikenal oleh banyak orang, namun sayangnya hanya sedikit yang memahami bahwa tanaman ini bermanfaat sebagai obat. Daun beluntas memiliki banyak cabang dan daun yang sering dijadikan sebagai pagar taman. Tanaman yang memiliki nama ilmiah Pluchea indica L. Less ini merupakan tanaman semak yang berkayu. Jika dilihat dari ciri-ciri dan karakteristiknya, daun beluntas memiliki daun yang agak kasar, bergerigi, dan bau harum yang khas.

Fungsinya secara umum digunakan untuk pagar di rumah-rumah, campuran makanan, dan obat herbal. Jika dilihat dari daunnya, daun beluntas mengandung tannin, alkaloid, kalsium, natrium, minyak atsiri, fosfor, magnesium, dan flafonoida. Sedangkan untuk akar tanaman beluntas biasanya mengandung tannin dan flafonoida.

Apabila dilihat dari fungsinya, daun beluntas memiliki beberapa fungsi seperti sebagai antibakteri, mengobati penyakit keputihan, melancarkan haid, menghilangkan bau badan, menghilangkan bau mulut, meluruhkan keringat, hipertensi, mengobati rematik, mengatasi perut kembung, meningkatkan nafsu makan, membantu melancarkan pencernaan, meredakan demam, mengobati pegal linu, menghilangkan jerawat, mengatasi diare, mengobati meningitis, hingga melancarkan pencernaan.

Apabila Anda ingin meracik daun beluntas, Anda perlu mempersiapkan daun beluntas sebanyak 3 hingga 5 helai. Kemudian cuci daun beluntas dengan menggunakan air hingga benar-benar bersih, lalu rebus dengan 2 gelas air bersih. Tunggu sampai mendidih sampai tersisa menjadi 1 gelas. Angkat dan diamkan hingga hangat, lalu minum secara putin pada pagi dan sore hari. Bisa juga dijadikan sebagai lalapan agar bisa menghilangkan bau badan. Apabila ingin dijadikan lalapan, Anda perlu mempersiapkan batang dan daun beluntas yang telah dicuci bersih. Kemudian tambahkan rumput laut, lalu dimasak dengan model tim sampai menjadi lunak, hidangkan untuk dimakan.

6. Kumis Kucing

tanaman obat kumis kucing
tanaman obat kumis kucing. image: detik.com

Tanaman yang mempunyai nama latin Orthosiphon aristatus ini sudah tidak asing lagi di dengar oleh masyarakat Indonesia. Bisa dibilang tanaman ini cukup ampuh dijadikan sebagai ramuan herbal. Kumis kucing mengandung beberapa zat yang berguna bagi kesehatan, antara lain garam kalium, glikosida orthosiphonim, mioinositol, minyak atsiri, saponin, sapofonin, sinensetis, dan zat samak.

Beberapa manfaat dari tanaman ini antara lain membantu pengeluaran air kemih, mengobati batuk, mengobati sembelit, mengobati diabetes, mengobati gatal-gatal karena alergi, mengobati rematik, mengobati batuk, mengatasi masuk angin, mengobati asam urat, mengobati keputihan, mengobati kencing batu, mengobati sakit pinggang, dan mengobati hipertensi.

Manfaat utama dari tanaman ini ialah sebagai obat kencing batu. Tanaman ini bisa membantu meluruhkan kencing batu sehingga saluran kemih akan lebih lancar. Dengan nama latin Orthosiphon aristatus, tanaman ini bisa dijadikan ramuan untuk memperlancar pengeluaran air kemih.

Beberapa bahan yang diperlukan antara lain kumis kucing sebanyak 30 gram, akar alang-alang sebanyak 30 gram, dan meniran sekitar 30 gram. Cara membuatnya pun cukup mudah. Pertama, campurkan seluruh bahan tersebut. Kemudian rebus dengan 4 gelas air hingga mendidih. Minum seluruh air rebusan dalam sehari. Bisa juga dengan melakukan alternatif lain. Pertama, siapkan daun kumis kucing sebanyak 3 genggam dan daun keji beling sebanyak 5 helai yang sudah dicuci. Rebus kedua bahan tersebut dengan dua gelas air sampai mendidih. Lalu minum airnya sebanyak 2 kali dalam sehari, setiap pagi dan sore selama 10 hari. Setelah 10 hari berlalu, sebaiknya ganti ramuan tersebut dengan menggunakan air rebusan jagung muda yang harus diminum sekali dalam sehari.

7. Keji Beling

tanaman obat keji beling
tanaman obat keji beling. image: klikdokter.com

Perlu diketahui bahwa tanaman yang memiliki nama latin Strobilanthes crispa ini memang telah terkenal di kalangan para ahli herbal. Tanaman ini banyak tumbuh di pekarangan rumah. Bisa dibilang bahwa hampir seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan. Di dalam kaun keji beling terdapat banyak kandungan zat penting, seperti natrium, fosfor, kalium, dan kalsium. Bagian akarnya mengandung flavonoid dan polifenol, sedangkan bagian batang mengandung tannin dan saponin.

Tanaman ini bisa dimanfaatkan sebagai obat herbal beberapa penyakit, seperti liver, batu ginjal, diare, diabetes, kencing manis, dan kencing batu. Tak hanya itu saja, keji beling juga bisa digunakan untuk menurunkan kolesterol, melancarkan buang air kecil, mengatasi sembelit, mencegah tumor, sebagai obat wasir, obat sakit kuning, dan mengobati maag.

Anda bisa membuat ramuan dari keji beling untuk mengobati penyakit batu empedu. Ada dua jenis resep yang bisa dicoba. Resep pertama membutuhkan beberapa bahan seperti 7 lembar daun keji beling, 25 lembar daun kumis kucing, 3 batang meniran, dan ½ genggam rambut jagung. Sedangkan untuk resep kedua membutuhkan beberapa bahan seperti 11 lembar daun sendokan, 25 lembar daun kumis kucing, 5 lembar daun keji beling, dan 5 lembar daun wungu.

Cara meramunya pun cukup mudah. Setelah seluruh bahan dicuci, Anda bisa merebus dengan menggunakan 4 gelas air bersih. Kemudian biarkan hingga mendidih dan air hanya tersisa 3 sebanyak gelas. Air rebusan tersebut sebaiknya diminum setiap selesai makan masing-masing sebanyak ½ gelas selama sebulan.

Itu tadi beberapa tanaman obat di sekitar kita yang dapat membantu pengobatan beragam penyakit secara tradisional. Selain lebih hemat secara finansial, penggunaan tanaman obat ini juga tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya.

 

2 Comments

Leave a Response