21 Alasan Mengapa Anda Gagal dalam Usaha Pertanian

Memulai usaha pertanian – Wajar saja apabila setiap pengusaha pasti mendambakan bisa memiliki usaha yang sukses untuk dijalankan. Tidak ada pengusaha yang berharap bisnisnya akan gulung tikar. Namun harus diakui bahwa tidak jarang sebuah bisnis yang telah dibangun mati-matian mengalami kegagalan di tengah jalan. Kegagalan yang dimaksud ialah bisnis yang dijalankan tidak sesuai dengan target yang ingin dicapai. Tentu hal ini sebenarnya diakibatkan beberapa faktor yang terkadang tidak disadari oleh pengusaha tersebut.

Jika berbicara mengenai usaha pertanian, biasanya faktor terbesar penyebab gagalnya bisnis ini terletak pada si petani sendiri. Sebagian besar petani membuat beberapa kesalahan yang dapat merusak agribisnis mereka tanpa disadari. Berikut ini merupakan beberapa alasan mengapa usaha pertanian yang Anda jalankan selalu gagal. Coba renungi, kemudian hindari hal-hal ini dengan bijak.

Hanya memikirkan keuntungan

Memang benar apabila uang memiliki andil yang besar dalam sebuah bisnis, apalagi untuk memulai suatu usaha pertanian. Dengan adanya uang, Anda bisa melebarkan bisnis Anda. Mulai dari mengeluarkan modal lebih banyak untuk menambah bahan-bahan pokok, perlengkapan, maupun sumber daya manusia. Namun ingat, uang tidak akan pernah bisa menggantikan ide-ide dan kreativitas yang diperlukan untuk menjalankan agribisnis supaya bisa sukses. Jangan pernah memiliki motivasi untuk mendapatkan untung sebanyak-banyaknya dalam sebuah bisnis. Jalankan agribisnis ini dengan penuh semangat terlebih dahulu, baru memikirkan keuntungan moneter.

Tidak memahami pelanggan

bisnis pertanian
Berikan pelayanan terbaik bagi pelanggan

Apabila Anda tidak mengetahui segala sesuatu tentang pelanggan Anda, lalu bagaimana Anda bisa mengetahui apa saja hal yang membuat mereka bisa tertarik dengan bisnis Anda? Tentu saja tidak akan bisa, kan? Harus diakui bahwa pembeli adalah raja. Bisnis dan usaha pertanian Anda tidak akan pernah bisa berhasil jika Anda tidak memiliki hubungan yang baik dengan pelanggan. Anda perlu memahami target calon pembeli dengan jelas dan spesifik. Misalnya saja jenis kelamin, usia demografi, kebiasaan makan, jumlah pendapatan setiap bulan, dan masih banyak lainnya. Selain mengetahui target pelanggan dengan jelas, Anda juga harus memberikan pelayanan terbaik bagi mereka. Berikan solusi terhadap apa yang mereka butuhkan dan inginkan. Berikan kesan ramah dan bersahabat. Selain itu, Anda juga perlu memberikan promo menarik agar mereka semakin tertarik. Jika Anda sudah menjalankan hal-hal ini dengan baik dan lancar, dijamin pelanggan akan selalu mengingat bisnis Anda.

Tidak memiliki pasar

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan petani saat menjalankan agribisnis ialah tidak memiliki pasar yang cukup signifikan. Banyak petani memanen produk segar dalam jumlah yang banyak, namun mereka tidak memiliki pasar. Tentu hal ini akan membuat bisnis Anda tidak dapat berjalan dengan lancar. Anda harus memiliki target pasar yang jelas. Saat ini perkembangan teknologi juga sangat membantu para petani untuk menjual dagangannya, sehingga tidak hanya terpatok di toko atau kios saja. Banyak masyarakat Indonesia yang sudah menggunakan smartphone atau tablet untuk menunjang aktivitas belanjanya. Anda bisa membangun toko online maupun media sosial untuk mempromosikan produk-produk yang dijual. Sehingga calon pembeli akan lebih mudah mengetahui produk-produk tersebut.[bctt tweet=”Banyak petani memanen produk segar dalam jumlah yang banyak, namun mereka tidak memiliki pasar.” username=”agritaniid”]

Silahkan baca : Kiat Menjadi Petani Sukses

Tidak melakukan riset secara mendetail

 research
Riset harus dilakukan secara detail dan menyeluruh

Banyak petani yang sering menyepelekan pentingnya riset dalam sebuah bisnis ataupun usaha pertanian. Mereka berpikir bahwa melakukan proses agribisnis dengan cara mempersiapkan lahan dan melakukan penanaman saja sudah cukup. Tentu saja hal ini salah karena proses agribisnis harus dimulai dengan riset pasar. Ingat, bisnis Anda akan tumbuh apabila konsumen membeli. Bukan sebaliknya, konsumen tidak akan membeli karena bisnis Anda tumbuh. Sebaiknya lakukan riset pasar secara menyeluruh sebelum memulai proses usaha pertanian.

Menjual produk yang sudah tidak laku

Hal seperti ini biasanya banyak terjadi di negara-negara berkembang. Kita bisa mengambil salah satu contoh, seorang petani mulai mencari pembeli pada saat kubis sudah berbentuk kepala. Apakah akan ada pembeli yang tertarik? Mungkin tidak. Tentu saja cara seperti ini salah, Anda menjual sebuah produk yang sudah tidak laku lagi. Jangan sampai salah strategi karena Anda terlalu sibuk di ladang. Anda juga perlu memikirkan bagaimana strategi yang tepat untuk mempromosikan produk yang akan dijual.

Memiliki pesaing yang lebih sukses

Apapun bisnis yang akan kita jalankan, pasti akan ada pesaing yang harus kita hadapi. Usaha pertanian juga demikian. Ada petani-petani hebat lainnya yang siap bersaing dengan Anda. Si pesaing pasti tidak ingin kalah dengan Anda. Sebaliknya, Anda juga tidak boleh kalah dengan mereka. Buatlah strategi marketing jitu yang bisa menarik pelanggan. Bila perlu, lakukan promosi menarik seperti diskon maupun bonus produk untuk pelanggan.

Menanam di waktu yang salah

usaha pertanian
Ketahui kapan waktu yang tepat untuk menanam

Seorang petani harus mengetahui kapan waktu yang tepat untuk menanam dan memanen. Cuaca memang tidak bisa dipastikan, namun seorang petani harus bisa memperkirakan kapan akan hujan dan kapan sinar matahari begitu terik. Jangan hanya mengandalkan cuaca saja. Seorang petani harus bisa memanfaatkan irigasi dan budidaya tanaman dengan kaca pelindung yang terbukti memberikan ROI (Rasio Laba Bersih) tinggi.

Mentalitas yang salah

Dalam berbisnis, tidak hanya skill dan kemauan saja yang dibutuhkan untuk mencapai kesuksesan. Salah satu faktor lainnya yang begitu penting dan harus dimiliki ialah mental. Tidak peduli seberapa keras Anda bekerja, namun jika Anda memiliki mentalitas yang salah maka Anda bisa gagal. Anda harus memiliki mental yang kuat dalam agribisnis ini. Jangan pernah menganggap bahwa bisnis ini hanya untuk coba-coba saja, lakukan dengan niat yang kuat dan serius. Gagal itu biasa, anggap saja sebagai pembelajaran. Jangan langsung memilih untuk menyerah dengan kegagalan tersebut. Masih ingat dengan cerita kesuksesan Kolonel Sanders? Ia ditolak sebanyak 1009 kali, hingga akhirnya sukses memperkenalkan ayam goreng KFC sampai saat ini.[bctt tweet=”Gagal itu biasa, anggap saja sebagai pembelajaran. Jangan langsung memilih untuk menyerah dengan kegagalan tersebut.” username=”agritaniid”]

Tidak berpikir untuk menambah kualitas usaha pertanian Anda

Saat ini persaingan bisnis sangat ketat. Anda tidak bisa berdiam diri saja menunggu pelanggan, Anda perlu bersikap aktif mencari pelanggan. Jangan pernah berpikir bahwa penambahan nilai pada sebuah bisnis merupakan pemborosan. Mungkin Anda akan berpikir bahwa nilai yang akan Anda tambahkan tidak cukup menghasilkan. Namun tanpa adanya peningkatan kualitas, pelanggan malah bisa lebih tertarik membeli dari pesaing Anda.

Apa yang seharusnya ditingkatkan adalah (pastinya) kualitas produk, kuantitas panen, keahlian menjual dan bahkan pemikiran terhadap dampak pemakaian pupuk dan pestisida harus diperhatikan.

Tidak memerhatikan pasca panen

Sebanyak 30 – 60 % dari seluruh kerugian tanaman bisa dikaitkan dengan penanganan pasca panen yang buruk. Apabila Anda tidak mempunyai strategi pasca panen yang tepat, maka mungkin Anda bisa mengalami kerugian yang besar, seperti kerusakan fisik maupun hilangnya nutrisi. Tentu saja hal ini dapat memengaruhi kualitas produk sekaligus pemasaran Anda. Ingat, Anda harus memahami bahwa tantangan terbesar dalam agribisnis ialah bagaimana cara melestarikan nilai produk setelah pasca panen. Apabila Anda bisa berinvestasi sedikit lebih banyak lagi, baik waktu maupun sumber daya, untuk mempelajari lebih dalam mengenai pasca panen, maka tentu Anda akan lebih unggul dibanding pesaing Anda.

Tidak fokus kepada satu tujuan

usaha pertanian
Fokus terhadap satu tujuan yang ingin dicapai

Kurangnya fokus terhadap satu tujuan malah bisa membuat bisnis yang Anda bangun berantakan. Anda tidak bisa fokus terhadap banyak hal dalam satu waktu. Anda harus tetap fokus pada tujuan utama, jangan berpikir serakah ingin meraih banyak hal dalam satu waktu.

Tidak memiliki catatan bisnis

Sebuah sistem yang telah terorganisir dari pencatatan yang mudah dibaca akan lebih mudah untuk diidentifikasi. Dalam bisnis ini, Anda juga membutuhkan catatan teroganisir seperti bisnis lainnya. Walaupun memang lebih banyak bekerja di lapangan, catatan bisnis juga penting banyak petani yang tidak memiliki catatan bisnis mereka. Sehingga mereka akan kesulitan pada saat menghitung keuangan yang masuk dan keluar. Kinerja juga tidak akan bisa terkontrol dengan baik.

Bekerja dengan biasa-biasa saja

Apabila Anda bekerja biasa-biasa saja, maka Anda tidak akan bisa mendorong batas-batas untuk mencapai sesuatu yang lebih tinggi lagi. Seorang ahli agribisnis menantang dirinya untuk bisa mencapai hal-hal yang melebihi rata-rata. Tentu jika ingin mencapai hal tersebut, ia harus bekerja lebih keras dan cerdas lagi. Risiko yang mereka ambil juga lebih banyak. Mereka berinvestasi lebih banyak dan banyak bermitra dengan penasihat bisnis, sehingga mereka bisa mendapatkan hasil yang lebih baik.

Mengatasi hama dan penyakit pada tanaman

bisnis pertanian
Mencegah hama yang bisa menjangkit tanaman

Terlepas dari kerugian pasca panen, hama dan penyakit merupakan tantangan paling dahsyat yang harus dihadapi seorang pengusaha agribisnis. Hama memang memiliki kecenderungan menyerang. Anda harus berada di sisi aman dan mengakali hal ini dengan cara melakukan pemantauan sesering mungkin. Anda juga bisa mengembangkan strategi manajemen hama terpadu untuk melindungi seluruh tanaman tersebut. Jangan menunggu terlalu lama sampai tanaman terinfeksi, lebih baik lakukan pencegahan daripada pengobatan. Anda bisa mengatasi hama dengan cara menyemprot tanaman memakai bahan kimia. Namun ingat, gunakan bahan kimia yang ramah lingkungan.

Menggunakan pupuk berlebihan

Selama ini banyak petani yang salah paham bahwa semakin banyak mereka memberikan pupuk, maka tanaman yang dipanen akan semakin berlimpah. Sebaiknya Anda menggunakan pupuk dalam jumlah yang wajar saja. Namun analisis tanah yang akan dipakai terlebih dahulu. Setelah menganalisis, Anda baru bisa menentukan berapa takaran pupuk yang perlu digunakan. Pemupukan tanpa analisis terlebih dahulu hanya akan membuat sumber daya boros, bahkan bisa membahayakan tanaman Anda.

Tidak menggunakan asuransi

Sebenarnya tidak hanya kendaraan bermotor saja yang bisa dilindungi oleh asuransi. Atau mungkin Anda berpikir hanya pebisnis di perkotaan saja yang bisa menggunakan asuransi. Anda bisa melindungi agribisnis yang dijalankan dari segala kemungkinan buruk dengan memakai asuransi.

Berpikir agribisnis mudah dijalankan

Bagi Anda yang berpikir bahwa agribisnis merupakan sebuah bisnis yang mudah dijalankan, membutuhkan modal yang sedikit, dan penghasilannya juga sedikit, tentu Anda salah. Jika Anda sudah berpikir seperti ini, lebih baik pikirkan lagi apakah Anda benar-benar ingin menjalankan agribisnis atau tidak. Jika ingin berhasil di agribisnis, Anda harus menginvestasikan waktu, uang, dan kesabaran.

Tidak memperhatikan letak geografis

Faktor yang satu ini juga bisa membuat bisnis Anda menjadi bangkrut karena gagal panen. Mungkin kekurangan air yang dimaksud bukan karena bencana alam seperti kekeringan. Namun kekurangan air yang diakibatkan karena faktor tertentu, misalnya letak geografis yang memang sulit untuk menjangkau air dan irigasi yang tidak berfungsi. Memang ada beberapa daerah di Indonesia yang hanya mengandalkan air dari pegunungan untuk menyirami sekaligus menghidupi tanaman tersebut. Akibat dari ketergantungan tersebut, beberapa petani merasa kesulitan untuk mendapatkan air. Akhirnya berimbas kepada hasil dari panen tanaman tersebut. Oleh karena itu Anda harus memerhatikan daerah yang akan digunakan. Alangkah lebih baiknya jika Anda memilih lahan yang banyak tersedia air.

Tidak tanggap terhadap bencana alam

Sebagai petani, Anda harus bisa melakukan penanggulangan bencana pada lahan yang akan digunakan. Pastikan terlebih dahulu bahwa lahan tersebut berada di daerah dengan tingkat angin yang sesuai. Misalnya saja, Anda ingin menanam singkong. Maka cari daerah yang tidak berangin kencang karena pada dasarnya tidak cocok untuk dijadikan lahan singkong. Pohon singkong merupakan tanaman yang mudah rubuh karena kedalaman akarnya yang tidak sebanding dengan tingginya pohon tersebut.

Tidak menguasai bidang agribisnis

bisnis pertanian
Pahami dasar-dasar agribisnis

Salah satu kesalahan fatal para pebisnis saat menjalankan bisnisnya ialah tidak menguasai bidang agribisnis dengan baik. Point-point penting mulai dari rancangan pertanian, sampai pada aspek pasar harus benar-benar dikuasai. Keberhasilan petani juga terletak dari penguasaan dasar-dasar ini.

[bctt tweet=”Point-point penting mulai dari rancangan pertanian, sampai pada aspek pasar harus benar-benar dikuasai.” username=”@agritaniid”]

Akan lebih baik dan mudah dijalankan apabila Anda memang memiliki keahlian dalam bidang tersebut. Walaupun sebenarnya bukan keahlian yang professional, namun akan lebih baik apabila Anda mempunyai keahlian dalam bidang tersebut. Paling tidak Anda mengetahui sedang melakukan apa, dan arahnya ke mana (dalam aspek agribisnis ini).

Manajemen yang buruk

Sebenarnya bukan berarti kita harus memiliki latar belakang manajemen atau akuntansi agar bisa menjadi pengusaha yang sukses. Namun Anda dapat belajar membuat catatan maupun arsip yang baik setiap transaksi terjadi Selain itu, Anda juga harus membuat catatan rinci mengenai tahapan apa saja yang sudah dilakukan. Pencatatan teratur merupakan salah satu langkah manajemen yang baik juga. Anda bisa mengevaluasi apa saja yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan. Selain itu, carilah partner bisnis yang memang ahli dalam bidang ini. Jangan asal merekrut orang hanya karena keluarga atau teman dekat. Selain ahli, usahakan mereka bisa bersikap profesional terhadap pekerjaan. Jangan sampai menyesal di kemudian hari karena salah memilih rekan kerja.

Itu tadi beberapa alasan mengapa usaha pertanian Anda bisa gagal. Mungkin banyak petani yang berpikir bahwa masuk ke bisnis ini sangat mudah untuk dijalankan. Buang jauh-jauh pikiran salah tersebut. Menjalankan agribisnis tidak pernah sesederhana itu. Ada banyak hal yang perlu Anda perhatikan, hampir sama dengan bisnis lainnya. Mulai dari mencari modal, memilih lahan, memilih jenis tanaman, mencari bibit yang unggul, membeli perlengkapan, merekrut orang yang berkompeten, melakukan perawatan pada tanaman, proses pemanenan, hingga mencari strategi marketing yang tepat. Saat ini teknologi sangat berkembang pesat. Anda harus bisa memanfaatkan hal ini sebaik mungkin pada bisnis Anda.

Jika dahulu petani hanya menunggu tengkulak untuk mendistribusikan produk yang dijual, kini Anda bisa berjualan sendiri. Ada banyak platform yang bisa dipakai untuk menjual produk-produk tersebut, mulai dari website, media sosial, hingga beberapa aplikasi. Banyak orang yang saat ini lebih menyukai membeli sayuran maupun buah-buahan langsung dari petani dengan sistem online. Anda harus memiliki dana khusus untuk membuat strategi marketing yang tepat. Misalnya saja mengeluarkan biaya untuk membuat website. Apabila bisnis Anda memiliki sebuah website, sudah pasti pelanggan akan lebih mudah untuk menemukan bisnis tersebut. Selain itu, Anda juga bisa mencari partner untuk bekerjasama dalam menjual dengan sistem online. Ada beberapa perusahaan startup di Indonesia yang memfasilitasi hal ini. Manfaatkan berbagai peluang dengan sebaik mungkin. Bagaimana, apakah masih sulit? Selamat berbisnis!

Leave a Response