Daun Cabe Keriting, Apa Obatnya?

daun cabe keriting apa obatnya

Daun cabe keriting apa obatnya? Pertanyaan ini banyak dicari oleh petani yang sedang menggeluti pertanian khususnya mereka yang sedang menanam cabai. Masalah daun cabe keriting memang kerap kali membuat petani kewalahan; dimana sepertinya masalah keriting daun cabe ini tidak ada jalan keluarnya. Tapi apakah benar?

Untuk masuk pada solusinya, kita terlebih dahulu harus mengetahui apa penyebab masalah daun cabe keriting tersebut. Identifikasi terlebih dahulu apa sebenarnya biang masalah ini. Jika keliru mengidentifikasi, bisa saja salah memberikan pengendali hama, dan “kesehatan” tanaman malah akan lebih buruk. Kita tidak bisa mendapatkan solusi yang tepat tanpa mengenal sumber masalah dengan benar.

Masalah keriting daun cabe ini sering muncul beriringan dengan penyakit daun cabai, seperti kuning daun, busuk daun yang mana ini adalah efek dari serangan pembawa virus penyebab penyakit. Sebelum membedah lebih jauh tentang penyakit tanaman cabai, kita akan fokus terlebih dahulu kepada penyebab keriting daun dan solusinya.

Apa sebenarnya penyebab keriting daun?

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya pada topik Cara Mengatasi Keriting Daun Cabe, bahwa penyebab utama masalah keriting daun cabe dimulai dari serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) atau sering disebut hama. Pengertian umumnya, hama adalah semua organisme yang dapat merusak, mengganggu kehidupan, atau menyebabkan kematian tumbuhan.

Ada berbagai jenis hama yang masuk kategori di atas dan menjadi biang utama masalah keriting daun, antara lain hama Thrips, Tungau, Aphids.

1. Hama Thrips

Hama Thrips
Hama Thrips terlihat seperti bercak berwarna kuning perak yang biasanya hinggap di bawah helai daun cabai. Stadium Thrips yang sangat merugikan adalah stadium nimfa dan imago. Thrips menyerang tanaman dengan jalan menggaruk permukaan daun dan bunga, selanjutnya mengisap cairan sel tanaman. Gejala serangan pada daun akan terlihat bercak-bercak klorosis berwarna putih keperakan pada permukaan bagian bawah daun yang akan menyebabkan daun berkerut dan terpuntir. Bila serangan berat permukaan daun akan berkerut atau sedikit menggulung yang di dalamnya benyak ditemukan Thrips.

2. Hama Tungau

hama tungau
Hama Tungau bersembunyi di balik daun cabai, terutama pada daun muda.

3. Hama Aphids

kutu aphids
Serangan kutu Aphids. via mitalom.com

Dari beberapa jenis hama yang berbeda di atas, memiliki kesamaan dampak yang diakibatkan terhadap daun cabe, yaitu daun menggulung dan keriting. Mengapa demikian, ini disebabkan hama tersebut menghisap cairan dalam jaringan daun, mencuri nutrisinya sehingga dampak selanjutnya adalah, tanaman cabe kehilangan zat hijau daun yang berperan sebagai tempat proses makanan tanaman cabai itu sendiri.

Setelah mempelajari penyebab daun cabe keriting, kita datang pada solusinya.

Solusi masalah Daun Cabe Keriting

Kita asumsikan bahwa tanaman cabai sudah terkena serangan hama di atas. Solusinya adalah dengan mengobati bukan mencegah lagi.

Perlu diketahui bahwa tindakan pencegahan hama dimulai sejak perencanaan dan penanaman tanaman cabai. Yaitu mulai dari:

  • menghindari penanaman monokultur (penanaman cabai di tempat yang sama secara berulang),
  • pemilihan bibit yang unggul,
  • pembersihan gulma,
  • pengairan, pemupukan, penggunaan pestisida dan hormon serta pengairan yang cukup
  • penggunaan pestisida kimia yang bijak untuk menghindari ikut terbunuhnya musuh alami hama tersebut.

Tindakan di atas seharusnya sudah dilakukan untuk menghindari masalah dan serangan hama yang dimaksud.

Untuk tanaman yang sudah terserang hama, maka perlakuannya adalah dengan memberi perlindungan terhadap “keselamatan” hidup tumbuhan. Tentu saja pemberian dan aplikasi pengendali hama ini sudah lebih dulu dikalkulasi mulai dari dampaknya terhadap lingkungan, harga produk, sampai pada nilai produksinya. Apakah berimbang atau malah merugikan saja. Walaupun memang pada akhirnya semua kembali pada kasus dan keputusan masing-masing petani.

Daun cabe keriting, apa obatnyaNah, sebelum mengenal produk pengendali tersebut, kita bagi cara pengendalian berdasarkan agen pengendalinya, yakni pengendali hayati dan pengendali kimiawi.

Berikut ulasannya :

Pengendali Hayati

Agen pengendali hayati adalah organisme penyerang yang disebut musuh alami hama. Dilihat dari fungsinya, musuh alami terbagi atas parasitoid, predator dan patogen.

Adapun musuh alami tersebut adalah :

  • Musuh alami untuk hama Thrips yaitu kumbang Coccinellidae, tungau predator, kepik Anthocoridae, dan kumbang Staphulinidae.
  • Musuh alami hama Tungau yaitu predator Amblyseius citri, patogen Hirsutella sp. dan predator Chrysopidae.
  • Musuh alami Aphids yaitu predator ladybug, lalat bunga, tawon parasit, kutu larva nyamuk, laba-laba kepiting, dan serangga bersayap jaring.
daun cabe keriting apa obatnya
Ladybug musuh alami hama Aphids, sebagai serangga cantik sahabat petani. via pursuingmydreams.com

Ketiga agen pengendali hayati atau musuh alami di atas sebenarnya dapat “dimodifikasi” menjadi obat alami pengendali hama Thrips, Tungau dan Aphids penyerang daun cabai. Caranya adalah dengan membiarkan musuh alami berkembang biak tanpa gangguan.

Berikut adalah langkah-langkah untuk “membantu” agen musuh alami melakukan tugasnya menyerang hama :

a. Menekan aplikasi pestisida. Penggunaan pestisida secara terus menerus justru akan membunuh musuh alami.

b. Menanam tanaman bunga di sekitar areal tanaman cabai. Sari madu dan serbuk sari yang dihasilkan bunga sangat disukai oleh musuh alami, dan dapat meningkatkan prasitoid dan predator untuk berkembang biak.

c. Pengendalian semut pemakan madu.

d. Melestarikan tanaman liar yang menjadi inang alternatif musuh alami.

Adapun produk organik pengendali hama adalah :

a. Produk NASA Pentana.

Produk ini dibuat dari tumbuhan alami yang dalam aplikasinya dapat mudah diuraikan oleh bakteri pengurai tanah.

Keunggulannya adalah :

  • dapat mengendalikan hama dengan sasaran yang tepat
  • tidak menyerang atau menganggu musuh alami.
  • tidak mencemari lingkungan

Hama sasaran adalah : Thrips, ulat, Aphis dan hama kukutuan seperti kutu putih, kutu kebul dan lain-lain.

Cara pemakaian adalah sebagai berikut :

Campurkan 15-45 cc Pentanda dan Aeor-810 dan tambahkan sedikit air dalam wadah, kemudian aduk hingga tercampur rata. Tuangkan ke tangki semprot dan tambah air hingga penuh. Setelah itu semprotkan tepat mengenai hama sasaran. Sebaiknya penyemprotan dilakukan pada sore hari.

b. Produk NASA Pestona

Produk Pestona bekerja dengan mengurangi nafsu makan hama sehingga akan berdampak pada berkurangnya serangan terhadap daun cabai. Meskipun aplikasi produk ini tidak mengutamakan kematian secara cepat hama perusak daun tersebut.

Hama sasaran adalah : alang sangit, wereng, belalang, penggerek batang, Thrips, kepik, uret, ulat, dan lain-lain.

Cara pemakaian adalah sebagai berikut :

Larutkan produk Pestona sebanyak 5 cc – 10 cc ke dalam 1 liter air atau setara dengan 7 – 10 tutup botol untuk 1 tangki. Kemudian aduk campuran tersebut hingga tercampur rata. Lalu semporkan pada tanaman yang terkena serangan hama secara merata. Untuk hasil optimal, lakukan penyemprotan sesering mungkin, paling minimal dilakukan penyemprotan setiap musim. Waktu yang paling baik untuk penyemprotan adalah pada waktu sore hari.

Pengendali Kimiawi

Setelah mengenal pengendali hayati yang menjadi musuh alami hama penyebab keriting daun cabe, pemakaian atau aplikasi pengendalian hama secara kimiawi sudah harus dilakukan secara hati-hati, terukur dan bijak.

Pengendalian hama secara kimia adalah dengan menggunakan pestisida kimiawi untuk menyerang hama perusak daun tanaman cabai.

Demikian ulasan tentang Daun Cabe Keriting Apa Obatnya. Semoga bermanfaat!

Leave a Response