Cerita Sukses Petani Lengkuas yang Layak Dijadikan Inspirasi

Awal tahun 2013 Adi pun memutuskan untuk beralih ke komoditas lengkuas. Uang dari bisnis singkong, ia alihkan untuk modal berbisnis komoditas bumbu dapur tersebut. Dengan modal 40 juta untuk satu hektare lahan lengkuas, Adi bisa mendapatkan omzet sekitar Rp 90 juta tiap kali panen. Sejak saat itu perusahaannya, C.V. Anugrah Adi Jaya terus berkembang. Kini, tak hanya lengkuas saja, beberapa komoditas rempah lainnya sudah ditanamnya.

Menjadi pengusaha muda yang sukses bukanlah jalan yang mudah bagi Adi Pramudya. Pada akhirnya, jatuh bangun dan usahanya membuahkan hasil. Ia pun berpesan kepada anak-anak muda yang ingin berbisnis bahwa penting untuk bermimpi, berkomitmen, fokus dan tak menyerah.

Bagi Adi bisnis yang digelutinya ini tak hanya memberikan profit finansial bagi dirinya, tapi juga memberikan kontribusi bagi lingkungan sosialnya karena itulah ia mencintai bisnis ini. “Ada buruh tani yang udah berumur 60 tahun bekerja di tempat saya bilang ‘kami sangat berterima kasih Bapak sudah datang ke sini’. Hal yang membuat saya terharu adalah dia setiap malam berdoa untuk saya. Dari situ saya benar-benar mencintai bisnis ini”, ujarnya.

Lalu mengapa harus berbisnis agrobisnis?  anyak orang yang berpikir, mengapa masih ada generasi muda seperti Adi Pramudya yang mau berkutat di bidang yang dianggap kurang bergengsi tersebut. Salah satu alasan dari pemuda asal Pati, Jawa Tengah ini adalah bahwa Indonesia masih memiliki lahan yang sangat luas dan belum dimanfaatkan secara optimal. Selain itu, sektor pertanian belum banyak dikembangkan secara intensif. Sehingga potensi persaingan di sektor tersebut masih sangat sedikit. Apalagi, jenis pertanian untuk rempah-rempah, masih belum banyak yang mengembangkannya dengan sistem yang intensif. Padahal potensi untuk mengembangkan sektor pertanian demikian luas terbuka. Selain masih terbatasnya pelaku usaha pertanian yang mengembangkan secara intensif, luasnya lahan yang masih bisa dikelola juga menjadi salah satu potensi dan keunggulan yang harus dimanfaatkan.

Bagi Adi, dalam menjalankan usaha, seseorang harus berani untuk bersikap fokus. Artinya, jangan mudah untuk berganti-ganti usaha hanya karena usaha yang dijalankan belum mampu memberikan hasil yang diharapkan. Karena dengan berganti-ganti usaha, akan membuat seseorang memulai usaha dari awal lagi. Dan hal ini menjadikan waktu yang ada terbuang sia-sia.

Dan dari hasil usahanya yang fokus di bidang pertanian, kini Adi Pramudya berhasil mengembangkan usaha budidaya rempah-rempah. Ada tiga jenis tanaman yang dikembangkannya, yaitu Lengkuas, Kunyit dan Kencur. Setiap jenis tanaman, bisa menghasilkan 35 hingga 40 ton, dan memberikan penghasilan mencapai 300 juta setiap panen tiba.

Fakta ini menunjukkan bahwa, sektor pertanian tidak kalah menjanjikan dibandingkan dengan pekerjaan lain yang dianggap lebih bergengsi. Seperti pegawai bank, guru, atau juga pekerja di sektor kesehatan. Mengingat, hasil pertanian tidak akan pernah berhenti untuk mendapatkan permintaan dari konsumen sepanjang masa. Sehingga, selama manusia itu ada, maka sektor pertanian akan tetap mampu memberikan pendapatan yang menjanjikan.

Kini komoditas rempah-rempahnya sudah mencapai benua Eropa. Ke depannya, Adi berencana untuk memperluas pasar ekspornya. Selain bisnisnya yang kini beromzet ratusan juta rupiah, ia juga mendapatkan penghargaan Wirausaha Muda Berprestasi pada tahun 2014 dari Kemenpora.

Adi pun sudah berhasil menembus pasar ekspor luar negeri seperti Jerman dan Belanda. Waktu itu dia ekspor kencur dari kelompok tani bentukannya. Pada musim panen di pertengahan tahun ini, Adi menargetkan bisa meraup omzet hingga Rp 750 juta. Ini karena luas lahan Adi sudah bertambah dari 5 ha menjadi 11,5 ha.

Tahun 2014 merupakan tahun keberuntungan baginya. Sebab, pada tahun kemarin dia bisa memperluas total lahan yang dikelola menjadi 11,5 ha.  Sekitar 70% lahan ditanami lengkuas, sisanya ditanami tanaman kencur dan kunyit. Pada pertengahan tahun 2015, bisnis Adi juga merambah pada komoditas jahe. Tanaman ini memerlukan modal cukup besar. Untuk satu ha itu menghabiskan dana Rp 70 juta−Rp 80 juta. Lewat usahanya ini, Adi pantas berbangga diri karena dia mampu membiayai kuliah sendiri sejak semester empat. Adi pun tetap bisa lulus kuliah tepat waktu. Bagaimana, tertarik mengikuti jejak Adi?

share on:

3 Comments

  1. Saya Askur dari cianjur, petani rempah sereh, koneng dan jahe.
    Bisa dibantu kontak kang adi.
    Saya kesulitan cari market.

    Ini kontak saya: 087708423501

  2. Bsa minta no Tlp mas Adi pramudia ga mas,,,saya mau sharing soalnya saya pya kebun lengkuas kurang lebih satu ha,,,tapi saya blm pya pembeli dan cara panen serta pembayaran upah panen nya mas,,,siapa tau mas pya solusi untuk saya mas Adi,,,terima kasih mas

  3. Assalamualaikum mas adi,saya bayu dari padang mau bertanya tentang serai dapur dan lengkuas dan jahe.apakah bisa saya berbisnis pengadaan rempah dari padang…karna sekarang saya tanam serai lengkuas dan jahe.tapi kesulitan cari market nya.
    Ni no saya mas 082385180986

Leave a Response