Cerita Sukses Petani Lengkuas yang Layak Dijadikan Inspirasi

cerita sukses agritani

Ternyata, harga jual hasil panen singkong yang tidak stabil di pasar. Ini membuat laba bersih yang dia dapat terlampau kecil. Lantas Adi mencoba peruntungan dengan menanam tanaman lain yaitu lengkuas di 2012 pada lahan seluas 2 ha. Adi membagi separuh lahan  untuk bibit dan sebagian untuk sampai panen.

Lambat laun bisnis pembudidayaan tanaman rempah dapur seperti lengkuas, kunyit dan kencur yang dijalankan oleh Adi Pramudya menghasilkan keuntungan. Seiring berjalannya waktu Adi mampu memperluas lahan tanamnya menjadi 5 hektare (ha) di tahun 2013. Sekitar 4 ha tanah digunakan untuk menanam lengkuas dan sisanya untuk menanam kunyit.

Lantaran waktu panen yang cukup lama, yaitu delapan sampai sepuluh bulan, produksi tanamannya pun terbatas. Sehingga dia tidak bisa memenuhi permintaan dan pasokan ke  ke pasar induk secara rutin setiap hari. Untuk memenuhi permintaan seputar Bogor, Adi kemudian membentuk kelompok tani supaya bisa terus memasok rempah-rempah. Menjadi pengusaha di usia muda yang kerap disibukkan oleh berbagai aktivitas, Adi terkadang merasa kurang menikmati masa muda seperti anak-anak muda kebanyakan. Namun di lain sisi, dia merasa bangga akan pencapaiannya hingga saat ini yang sudah mampu mandiri secara finansial.

Baca juga : Cerita sukses petani bawang merah beromset miliaran rupiah.

Singkat cerita, saat itu ia melihat peluang yang lebih menggiurkan dengan berbisnis rempah. Waktu itu ia melihat petani yang menanam lengkuas. Petani itu hanya menanam 1.000 meter saja, tapi bisa menghasilkan uang Rp 5 juta sekali panen. Modal sejuta, berarti untung Rp 4 juta. Untungnya 400%. Akhirnya Adi mengaku bahwa ia belajar dari petani tersebut.

Leave a Response