Budidaya Ikan Lele Secara Intensif untuk Hasil Maksimal

Budidaya ikan lele – Lele merupakan jenis ikan dengan ciri-ciri tubuh yang memanjang dan kulit licin. Habitatnya di sungai dengan arus air yang pelan, rawa, waduk, telaga dan sawah. Ikan lele bersifat noctural, yakni pada malam hari mereka aktif bergerak mencari makanan, dan pada siang hari berdiam diri dan berlindung di tempat gelap.

Ikan lele memiliki nilai komersial yang tinggi, apalagi dilihat dari manfaatnya. Ikan lele adalah bahan makanan yang enak dan gurih. Ikan lele dapat digunakan sebagai ikan hias. Juga dapat menjadi hewan pemberantas hama padi yaitu serangga air. Ikan lele juga dapa dijadikan atau diramu menjadi bahan obat untuk mengobati asma, siklus haid yang tidak teratur, hidung berdarah, dan penyakit kencing darah.

budidaya ikan lele
budidaya ikan lele. image: kompasiana.com

Lokasi Budidaya

Lokasi budidaya ikan lele adalah tempat yang memiliki syarat sebagai berikut:

  • Jenis tanah untuk tempat pemeliharahaan adalah jenis tanah liat atau lempung, tidak berporos, subur dan tidak berlumpur.
  • Syarat lokasi adalah di daerah dataran rendah sampai dataran dengan tinggi 700 Meter dpl.
  • Kolam tempat pemeliharaan sebaiknya dekat dengan sumber air.
  • Suhu kolam pemeliharaan adalah 25-28 C. Untuk tempat pertumbuhan larva dibutuhkan lokasi dengan suhu 26-30 C, sedangkan untuk tempat pemijahan 24-28 C.
  • Ikan lele masih bisa hidup meskipun pada kondisi air yang jelek, keruh, kotor dan kurang oksigen. Namun perairan tidak boleh tercemar oleh bahan kimia, limbah industri, merkuri atau bahan lainnya yang dapat membunuh ikan.
  • Memiliki tingkat keasaman pH 6,5 – 9.

Tahap Persiapan Budidaya Ikan Lele

Penyiapan Sarana dan Peralatan

Dalam budidaya ikan lele, pembuatan kolam pemeliharaan ikan lele sebaiknya ukurannya tidak terlalu luas. Hal ini untuk memudahkan pengontrolan dan pengawasan. Bentuk dan ukuran kolam pemeliharaan bervariasi, tergantung selera pemilik dan lokasinya. Tetapi sebaiknya bagian dasar dan dinding kolam dibuat permanen. Pada minggu ke 1-6 air harus dalam keadaan jernih kolam, bebas dari pencemaran maupun fitoplankton. Ikan pada usia 7-9 minggu kejernihan airnya harus dipertahankan. Pada minggu 10, air dalam batas-batas tertentu masih diperbolehkan. Kekeruhan menunjukkan kadar bahan padat yang melayang dalam air (plankton). Alat untuk mengukur kekeruhan air disebut secchi.

Prakiraan kekeruhan air pada budidaya ikan lele berdasarkan usia lele (minggu) sesuai angka secchi :

– Usia 10-15 minggu, angka secchi = 30-50

– Usia 16-19 minggu, angka secchi = 30-40

– Usia 20-24 minggu, angka secchi = 30

Penyiapan Bibit Budidaya Ikan Lele

Pemilihan Induk

Ciri-ciri induk lele jantan:

  • Kepalanya lebih kecil dari induk ikan lele betina.
  • Warna kulit dada agak tua bila dibanding induk ikan lele betina.
  • Urogenital papilla (kelamin) agak menonjol, memanjang ke arah belakang, terletak di belakang anus, dan warna kemerahan.
  • Gerakannya lincah, tulang kepala pendek dan agak gepeng (depress).
  • Perutnya lebih langsing dan kenyal bila dibanding induk ikan lele betina.
  • Bila bagian perut di stripping secara manual dari perut ke arah ekor akan mengeluarkan cairan putih kental (spermatozoa-mani).
  • Kulit lebih halus dibanding induk ikan lele betina.

Ciri-ciri induk lele betina

  • Kepalanya lebih besar dibanding induk lele jantan.
  • Warna kulit dada agak terang.
  • Urogenital papilla (kelamin) berbentuk oval (bulat daun), berwarna kemerahan, lubangnya agak lebar dan terletak di belakang anus.
  • Gerakannya lambat, tulang kepala pendek dan agak cembung.
  • Perutnya lebih gembung dan lunak.
  • Bila bagian perut di stripping secara manual dari bagian perut ke arah ekor akan mengeluarkan cairan kekuning-kuningan (ovum/telur).

Dalam budidaya ika lele, induk lele yang siap memijah adalah ketika calon induk terlihat mulai berpasang-pasangan, kejar-kejaran antara jantan dan betina. Induk tersebut segera ditangkap dan ditempatkan di kolam pemijahan.

Perawatan induk lele

  • Selama masa pemijahan dan masa perawatan, induk ikan lele diberi makanan yang berkadar protein tinggi seperti cincangan daging bekicot, larva lalat/belatung, rayap atau makanan buatan (pellet). Ikan lele membutuhkan pellet dengan kadar protein yang relatif tinggi, yaitu ± 60%. Cacing sutra kurang baik untuk makanan induk lele, karena kandungan lemaknya tinggi. Pemberian cacing sutra harus dihentikan seminggu menjelang perkawinan atau pemijahan.
  • Makanan diberikan pagi hari dan sore hari dengan jumlah 5-10% dari berat total ikan.
  • Setelah benih berumur seminggu, induk betina dipisahkan, sedangkan induk jantan dibiarkan untuk menjaga anak-anaknya. Induk jantan baru bisa dipindahkan apabila anak-anak lele sudah berumur 2 minggu.
  • Segera pisahkan induk-induk yang mulai lemah atau yang terserang penyakit untuk segera diobati.
  • Mengatur aliran air masuk yang bersih, walaupun kecepatan aliran tidak perlu deras, cukup 5-6 liter/menit.
Pemijahan

Dalam proses budidaya ikan lele, pemijahan dapat dilakukan secara masal di bak pemijahan. Penyiapan bak pemijahan adalah sebagai berikut :

  • Buat bak dari semen seluas 20 m2 atau 50 m2, ukuran 2×10 m2 atau 5×10 m2.
  • Di luar bak, menempel dinding bak dibuat sarang pemijahan ukuran 30x30x30 cm3, yang dilengkapi dengan saluran pengeluaran benih dari paralon (PVC) berdiameter 1 inchi. Setiap sarang dibuatkan satu lubang dari paralon berdiameter 4 inchi.
  • Dasar sarang pemijahan diberi ijuk dan kerikil untuk tempat menempel telur hasil pemijahan.
  • Sebelum digunakan, bak dikeringkan dan dibilas dengan larutan desinfektan atau formalin, lalu dibilas dengan air bersih; kemudian keringkan.

Untuk proses pemijahan adalah sebagai berikut:

  • Tebarkan induk lele yang terpilih (matang telur) dalam bak pembenihan sebanyak 2xjumlah sarang , induk jantan sama banyaknya dengan induk betina atau dapat pula ditebarkan 25-50 pasang untuk bak seluas 50 m2 (5×10 m2), setelah bak pembenihan diairi setinggi 1 m.
  • Setelah 10 hari induk dalam bak, surutkan air sampai ketinggian 50-60 cm, induk beri makan secara intensif.
  • Sepuluh hari kemudian, air dalam bak dinaikkan sampai di atas lubang sarang sehingga air dalam sarang mencapai ketinggian 20-25 cm.
  • Saat air ditinggikan diharapkan induk-induk berpasangan masuk sarang pemijahan, memijah dan bertelur. Biarkan sampai ± 10 hari.
  • Sepuluh hari kemudian air disurutkan lagi, dan diperkirakan telurtelur dalam sarang pemijahan telah menetas dan menjadi benih lele.
  • Benih lele dikeluarkan melalui saluran pengeluaran benih untuk didederkan di kolam pendederan.
Pendederan / Perawatan Bibit pada Budidaya Ikan Lele
Kolam pendederan :
  • Bentuk kolam pada minggu 1-2, lebar 50 cm, panjang 200 cm, dan tinggi 50 cm. Dinding kolam dibuat tegak lurus, halus, dan licin, sehingga apabila bergesekan dengan tubuh benih lele tidak akan melukai. Permukaan lantai agak miring menuju pembuangan air. Kemiringan dibuat beda 3 cm di antara kedua ujung lantai, di mana yang dekat tempat pemasukan air lebih tinggi. Pada lantai dipasang pralon dengan diameter 3-5 cm dan panjang 10 m.
  • Kira-kira 10 cm dari pengeluaran air dipasang saringan yang dijepit dengan 2 bingkai kayu tepat dengan permukaan dalam dinding kolam. Di antara 2 bingkai dipasang selembar kasa nyamuk dari bahan plastik berukuran mess 0,5-0,7 mm, kemudian dipaku.
  • Setiap kolam pendederan dipasang pipa pemasukan dan pipa air untuk mengeringkan kolam. Pipa pengeluaran dihubungkan dengan pipa plastik yang dapat berfungsi untuk mengatur ketinggian air kolam. Pipa plastik tersebut dikaitkan dengan suatu pengait sebagai gantungan.
  • Minggu ketiga, benih dipindahkan ke kolam pendederan yang lain. Pengambilannya tidak boleh menggunakan jaring, tetapi dengan mengatur ketinggian pipa plastik.
  • Kolam pendederan yang baru berukuran 100 x 200 x 50 cm, dengan bentuk dan konstruksi sama dengan yang sebelumnya.
Pemberian pakan kolam pendederan
  • Hari pertama sampai ketiga, benih lele mendapat makanan dari kantong kuning telur (yolk sac) yang dibawa sejak menetas.
  • Hari keempat sampai minggu kedua diberi makan zooplankton, yaitu Daphnia dan Artemia yang mempunyai protein 60%. Makanan tersebut diberikan dengan dosis 70% x biomassa setiap hari yang dibagi dalam 4 kali pemberian. Makanan ditebar disekitar tempat pemasukan air. Kira-kira 2-3 hari sebelum pemberian pakan zooplankton berakhir, benih lele harus dikenalkan dengan makanan dalam bentuk tepung yang berkadar protein 50%. Sedikit dari tepung tersebut diberikan kepada benih 10-15 menit sebelum pemberian zooplankton. Makanan yang berupa teoung dapat terbuat dari campuran kuning telur, tepung udang dan sedikit bubur nestum.
  • Minggu ketiga diberi pakan sebanyak 43% x biomassa setiap hari.
  • Minggu keempat dan kelima diberi pakan sebanyak 32% x biomassa setiap hari.
  • Minggu kelima diberi pakan sebanyak 21% x biomassa setiap hari.
  • Minggu ketiga diberi pakan sebanyak 43% x biomassa setiap hari.
  • Minggu keenam sudah bisa dicoba dengan pemberian pelet apung.

Pemeliharaan Pembesaran

Leave a Response