Budidaya Ikan Lele Secara Intensif untuk Hasil Maksimal

Budidaya ikan lele – Lele merupakan jenis ikan dengan ciri-ciri tubuh yang memanjang dan kulit licin. Habitatnya di sungai dengan arus air yang pelan, rawa, waduk, telaga dan sawah. Ikan lele bersifat noctural, yakni pada malam hari mereka aktif bergerak mencari makanan, dan pada siang hari berdiam diri dan berlindung di tempat gelap.

Ikan lele memiliki nilai komersial yang tinggi, apalagi dilihat dari manfaatnya. Ikan lele adalah bahan makanan yang enak dan gurih. Ikan lele dapat digunakan sebagai ikan hias. Juga dapat menjadi hewan pemberantas hama padi yaitu serangga air. Ikan lele juga dapa dijadikan atau diramu menjadi bahan obat untuk mengobati asma, siklus haid yang tidak teratur, hidung berdarah, dan penyakit kencing darah.

budidaya ikan lele
Ikan Lele Sumber gambar : youtube.com

Lokasi Budidaya

Lokasi budidaya ikan lele adalah tempat yang memiliki syarat sebagai berikut:

  • Jenis tanah untuk tempat pemeliharahaan adalah jenis tanah liat atau lempung, tidak berporos, subur dan tidak berlumpur.
  • Syarat lokasi adalah di daerah dataran rendah sampai dataran dengan tinggi 700 Meter dpl.
  • Kolam tempat pemeliharaan sebaiknya dekat dengan sumber air.
  • Suhu kolam pemeliharaan adalah 25-28 C. Untuk tempat pertumbuhan larva dibutuhkan lokasi dengan suhu 26-30 C, sedangkan untuk tempat pemijahan 24-28 C.
  • Ikan lele masih bisa hidup meskipun pada kondisi air yang jelek, keruh, kotor dan kurang oksigen. Namun perairan tidak boleh tercemar oleh bahan kimia, limbah industri, merkuri atau bahan lainnya yang dapat membunuh ikan.
  • Memiliki tingkat keasaman pH 6,5 – 9.

Tahap Persiapan Budidaya Ikan Lele

Leave a Response