Budidaya Jahe Merah Yang Mudah dan Menguntungkan

budidaya jahe merah

Jahe merah yang memiliki nama ilmiah Zingiber offinale ini sudah tidak asing di mata masyarakat Indonesia. Sudah banyak produk olahan dari budidaya jahe merah ini yang mampu menembus pasaran.

Makanan atau minuman yang berbahan dasar jahe merah pun sudah banyak pula, contoh saja wedang jahe, wedang ronde, sekoteng ataupun bandrek yang sekarang ini banyak dijumpai ketika malam hari terutama. Produk olahan jahe seperti gula, permen jahe, juga sudah banyak yang dijual di pasaran. Hal ini membuktikan bahwa jahe merah memang sudah diakui keberadaannya di tanah air ini.

Bukan hal yang aneh memang jahe merah bisa begitu terkenal, selain dapat menghangatkan tubuh ketika diolah sebagai minuman, jahe merah juga mempunyai banyak manfaat yang lain, loh. Tidak hanya digunakan di dapur sebagai bumbu rempah saja, tetapi dalam dunia kesehatan jahe merah cukup terkenal karena memiliki khasiat dan manfaatnya, antara lain :

  • Sebagai pencegah kenaikan berat badan yang berlebih atau obesitas
  • Sebagai antioksidan, anti kanker atau antikarsigenik, anti inflamasi, analgesic dan juga sebagai penguat fungsi jantung
  • Membantu melancarkan aliran darah dalam tubuh
  • Mengobati kolesterol
  • Anti diari serta mual
  • Anti lemak berlebih (hyperlipidemia)

Sudah banyak ahli professional yang meneliti mengenai kandungan serta manfaat dari jahe merah ini, sehingga manfaatnya sudah tidak perlu diragukan lagi. Untuk itulah, banyak masyarakat yang ingin menanam jahe merah sendiri, karena selain bermanfaat juga memiliki harga jual yang tinggi.

Cara Budidaya jahe merah dengan mudah

Tentunya terdapat keuntungan serta kekurangan bagi anda yang ingin memulai menanam jahe merah ini, tetapi jika anda ingin sukses maka jangan dilihat dari segi negatifnya saja, anda harus berani mengambil resiko dari beberapa kekurangan bercocok tanam jahe merah ini, seperti kualitas jahe yang anda hasilkan benar benar harus bagus, apabila tanaman anda terkena hama penyakit sudah jelas akan gagal panen, dan lain sebagainya.

Tetapi disisi lain, budidaya jahe ini akan sangat menguntungkan anda karena permintaan akan jahe saat ini sedang tinggi, dengan modal yang kecil untuk budidaya jahe, anda bisa mendapatkan keuntungan yang besar jika dilakukan dengan benar.

Berikut ini merupakan cara budidaya jahe merah yang benar

1. Syarat tanam jahe merah

Agar tanaman jahe merah tumbuh dengan baik, ada beberapa syarat tanam yang semestinya anda penuhi, diantaranya adalah :

  • Diperlukan curah hujan sekitar 2500 hingga 4000 mm per tahunnya
  • Diperlukan sinar matahari yang cukup ketika tanaman sudah menginjak 2,5 bulan hingga 7 bulan, yang berarti tanaman jahe anda harus ditempatkan di tempat yang memiliki sinar matahari yang cukup
  • Untuk dapat tumbuh dengan optimal, suhu yang dibutuhkan adalah 20 hingga 35 derajat celcius
  • pH yang dibutuhkan untuk dapat tumbuh optimal adalah pH 4.3 hingga 7.4
  • dapat tumbuh dengan sangat baik pada tanah yang subur dan mengandung banyak humus

2. Persiapan benih jahe merah

bibit jahe merah
via bibitberkebun.wordpress.com

Setelah semua syarat tanam terpenuhi, anda sudah bisa melakukan penanaman jahe merah, anda bisa menanam bibit yang memang sudah siap tanam atau sudah bertunas sekitar 5 cm. Jika tidak ada, anda bisa semai bibitnya dari rimpang. Jika anda menyemai sendiri, diharapkan kualitas rimpang diperhatikan, rimpang harus didapatkan dari induk yang berumur sudah cukup tua, permukaannya pun haruslah mengkilat dan bebas dari hama.

a. Persiapan rimpang jahe merah
  • simpanlah rimpang selama sebulan
  • potong atau patahkan dengan tangan rimpang tersebut, setiap patahan harus memiliki 3 sampai 5 tunas, lalu jemurlah kembali selama sehari
  • masukanlah ke dalam karung potongan rimpang tersebut
  • buat larutan PHEFOC HCS karena ini merupakan budidaya jahe merah dengan hcs, dosisnya adalah 1 tutup botol PHEFOC dilarutkan dalam 14 liter air dan tambahkan 2 sendok gula kemudian diaduk hingga merata, diamkanlah 15 menit
  • potonglah rimpang tadi dan rendam di larutan selama 15 menit kemudain tiriskan.
  • Selanjutnya buat larutan SOT HCS dosisnya adalah 5 tutup botol larutan dimasukan kedalam 14 liter air, kemudian ditambah 3 sendok gula lalu aduk hingga merata
  • Pembuatan larutan PHEFOC HCS dan SOT HCS ini bertujuan untuk membebaskan bibit dari hama penyakit serta agar bibit dapat tumbuh dengan baik dan sehat
  • Bibit yang ditiriskan lagi direndam dalam larutan SOT HCS selama 6 jam
  • Setelah selesai bisa diangkat, ditiriskan dan siap disemai
b. Penyemaian rimpang
  • Buatlah kotak kayu yang berbentuk seperti nampan dengan ukuran 50 x 100 cm
  • Buatlah juga tanah yang dicampur dengan pupuk bokashi dengan perbandingan 3 : 1
  • Masukan tanah ke dalam kotak dan ratakan
  • Masukan potongan rimpang ke tanah dan benamkan disana, lalu ditutup dengan tanah yang tipis
  • Siram media 2 kali sehari
  • Tunggu hingga 2 sampai 4 minggu

3. Penanaman jahe merah

Anda bisa budidaya jahe merah dengan polybag, sehingga tidak terlalu memerlukan lahan yang luas. Cukup lahan seadanya yang bisa digunakan untuk menyimpan media polybag saja.

Cara menanam jahe merah adalah :

  • Campurkan tanah gembur dan pupuk 3:1
  • Setelah dicampurkan, masukan campurannya ke polybag yang anda punya. Masukan setengah atau ¾ polybag saja, jangan terlalu penuh
  • Ambillah rimpang yang sudah disemai tadi, patah patahkan menjadi beberapa ruas kemudian tanamkan ke dalam tanah sekitar 3 hingga 5 cm
  • Dalam setiap polybag buatlah 2 atau 3 titik tanam saja, jangan terlalu banyak
  • Aturlah tempat penyimpanannya, posisi polybag harus lebih tinggi dari permukaan tanah yang ada

4. Perawatan tanaman jahe merah

Pada awal awal masa penanaman, lakukan penyiraman dengan air secara teratur, bisa disiram saat pagi dan sore kurang lebih seminggu. Hal ini dilakukan agar tunasnya tidak kering. Setelah seminggu, akan lebih baik jika tanaman hanya di siram sehari sekali, kecuali pada kemarau.

Di usia 2 hingga 4 minggu, lakukan penyemprotan fermentasi SOT. Fermentasi SOT ini disemprotkan bergantian dengan larutan PHEFOC dalam jangka waktu 2 hingga 4 minggu sekali. Jika rimpang jahe merah terlihat keluar, lakukanlah penimbunan dengan tanah dan bokashi sampai 10 cm.

Agar tanaman tetap terjaga kesehatannya, anda juga harus memperhatikan gulma atau rumput liar yang berpotensi menganggu tanaman jahe merah. Basmilah hama hama yang menganggu juga, untuk gulma dan rumput liar anda bisa mencabutinya beberapa waktu sekali.

Usia optimal tanaman jahe adalah 8 hingga 10 bulan, akan ditandai dengan mengeringnya daun tanaman jahe. Setelah itu, anda selanjutnya bisa memanen jahe langsung dengan tangan anda.

Dengan budidaya jahe merah yang mudah seperti ini, anda diharapkan bisa mendapatkan keuntungan yang cukup besar dengan modal yang kecil saja. Karena penanaman serta perawatan jahe dirasa tidaklah memerlukan modal yang besar, sehingga anda juga tidak perlu mengeluarkan uang banyak tetapi akan mendapatkan hasil yang menguntungkan.

Leave a Response