Belajar dari Suskes Pertanian Hortikultura Lasarus Faot, Pioner Petani Tangguh dari Tubuhue, NTT

Kekayaan alam Indonesia bukan hanya milik satu wilayah tertentu saja, seperti Jawa dengan hamparan padinya atau Maluku dengan rempah-rempahnya. Namun wilayah lain di Nusantara ini juga memiliki kekayaan yang patut diperhitungkan juga. Dan salah satu wilayah yang telah menunjukkan kekayaan alamnya adalah Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Meski dengan kondisi iklim yang kering, wilayah Nusa Tenggara Timur tetap saja mampu menghasilkan hasil pertanian yang menakjubkan. Namun untuk menciptakan hasil pertanian yang membanggakan ini memang dibutuhkan usaha dan kerja keras. Dan salah satu orang yang telah sukses membuat tanah Amanuban Barat ini menghasilkan hasil pertanian yang membanggakan ini adalah Lasarus Faot atau akrab dipanggil Bapak Sarus. Lalu seperti apakah kisah sukses Lasarus Faot ini untuk membuat pertanian Amanuban Barat jadi membanggakan ini? Berikut ulasannya.

Jadi Pioner dan Inspirator

Sebagai ketua Kelompok Tani Tunas Muda di Desa Tubuhue, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Pak Saurus memang sangat layak disebut sebagai pionir petani sukses. Sebab dengan ketangguhan dan kerja kerasnya, Pak Saurus telah mampu menghidupkan pertanian dan sukses membangun kehidupan yang lebih baik. Dari keberhasilan inilah kemudian Pak Saurus juga sering dijadikan inspirator dalam pemberdayaan masyarakat petani di lingkungannya.

Melalui Hortikultura, Eksperimen Pun Dilakukan

Sebelum sukses sebagai pioner dan inspirator, Pak Saurus memulai langkahnya sebagai petani biasa dengan bercocok tanam jagung lokal di Pulau Timor. Karena hasil yang didapat sebagai petani biasa ini tidak cukup untuk hanya sekedar memenuhi kebutuhan keluarga, maka Pak Saurus pun berpikir lebih untuk melakukan terobosan.  Sebuah eksperimen pun dilakukan bersama istri pada tahun 2008. Dengan lahan yang disewanya, eksperimen sendiri dilakukan Pak Saurus dengan cara menanam berbagai jenis sayuran dan tanaman hortikutura. Meski hanya lulusan sekolah dasar (SD), dengan kemampuan dan semangat yang dimiliki,  Pak Saurus mencapai sukses melakukan ujicoba pertanian hortikulturanya. Dari hasil uji coba yang baik ini Pak Saurus pun akhirnya mampu membeli sebidang  tanah yang kini telah mencapai luas 6 hektar.

Membentuk Kelompok Tani Tunas Muda

Sukses dengan diri sendiri, Pak Saurus juga ingin mengajak lingkungan sekitarnya untuk sukses. Maka diakhir tahun 2008, Pak Saurus pun mulai mengajak tetangga kanan kirinya untuk ikut dalam usaha pertanian hortikulturanya. Untuk memperkuat usahanya ini Pak Sarus pun kemudian membentuk Kelompok Tani yang diberi nama Tunas Muda. Kelompok Tani Tunas Muda sendiri pada awalnya hanya beranggotakan 8 orang yang berasal dari tetangga rumah Pak Saurus. Kelompok Tani Tunas Muda sendiri awalnya membudidayakan kol, sawi dan buncis.

Perkembangan Kelompok Tani Tunas Muda

Dari 8 orang, kelompok tani Tunas Muda terus berkembang hingga saat ini mencapai anggota 15 kepala keluarga (KK) aktif. Dengan 15 KK aktif ini pak Sarus dan kelompok taninya mampu menggarap lahan seluas 6 hektar. Dari luas 6 hektar ini sendiri, dibagi menjadi 2 hingga 4 Are untuk masing-masing anggota tergantung kemampuannya.

Dapatkan Ilmu Terapan, Pendampingan Serta Bantuan dalam Bidang Pertanian Hortikultura

Di tahun 2009, Pak Saurus mendapatkan ilmu terapan pertanian hortikultura dari  Tim Marketinng EWSI/Panah Merah. Selain imu terapan, dari Tim marketing EWSI/Panah Merah ini Pak Saurus juga mendapatkan motivasi untuk tidak takut mencoba hal baru dalam mengembangkan sayuran hortikultura lainnya. Setelah mendapat ilmu dan motivasi dari Tim Marketing EWSI/Panah Merah, pada tahun 2014 bulan keempat, pak Saurus dan kelompok tani-nya terpilih menjadi salah satu kelompok tani yang didampingi oleh YBTS (Yayasan Bina Tani Sejahtera) di Desa Tubuhue hingga bulan September 2015. Dalam pendampingan ini sendiri wilayah pertanian Pak Saurus dan Kelompok kemudian dijadikan salah satu daerah percontohan di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Berikutnya pada tahun 2011 Pak Sarus dan kelompok juga pernah memperoleh bantuan pengadaan bibit jeruk Keprok Soe untuk dibudidayakan di lahannya.

Pencapaian Usaha Pak Saurus

Dengan beragam hal yang telah diusahakannya ini, Pak Saurus saat ini telah mencapai kesuksesannya dengan mencapai beberapa hasil. Salah satu contoh saja bisa kita bahas yaitu ketika Pak Saurus menanam Paria dengan 2 bungkus benih dari Panah Merah (varietas Raden) tahun 2013. Dengan satu usaha ini saja Pak Saurus telah berhasil menjual harga mencapai 70 juta rupiah untuk kemudian digunakannya membangun rumah. Satu kisah pencapaian lagi dari kesuksesan Pak Saurus adalah saat ia membudidayakan varietas bawang merah dari Panah Merah yaitu Tuk-tuk. Dengan kesungguhan yang dilakukan Pak Saurus maka panen Bawang Tuk-Tuk ini maka dirinya berhasil memperoleh omset sebesar 8 juta rupiah. Tapi ingat Pak Saurus tidak hanya menanam Paria dan Bawang Tutuk, namun ia juga menanam varietas lain seperti  bayam,  kangkung, kol, buncis, dan daun singkong. Dari panen varietas ini sendiri, Pak Saurus berhasil mendapatkan uang lebih dari 10 juta rupiah. Sudah cukup dengan nilai uang ini? Belum, Pak Saurus masih memiliki tanaman lain seperti tomat, cabe, sawi dan juga jeruk keprok. Jika semua ditotal bisa jadi angkanya bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Strategi Dapatkan Harga Jual yang Lebih Baik

Untuk memperoleh harga yang lebih baik dipasaran, Pak Saurus sendiri menjalankan sebuah strategi yaitu bersepakat dengan anggota kelompok untuk menanam variates sayuran yang berbeda-beda. Dengan penanaman yang berbeda-beda varietas ini maka saat panen tak akan ada satu komoditas pun yang jumlahnya berlebihan hingga membuat harganya murah. Selain itu Pak Saurus juga menyesuaikan dengan kalender tanam dan pasar ketika melemparkan hasil panennya ke pasar. Hasil penjualan pun selalu dicatat secara rutin oleh pak Saurus dan anggota guna dibandingkan dengan modal yang telah dikeluarkan. Untuk mencapai efektifitas dalam proses penjualan, Pak Saurus kemudian membeli 1 (satu)  unit sepeda motor untuk mendukung aktivitas dalam usaha pertanian hortikultura-nya.

Menjadi Inspirasi, Teladan dan Motivator

Kesuksesan Pak Saurus ini pada akhirnya Pak Saurus menjadi sumber inspirasi petani lain yaitu Ibnu Baun dan Pak Simon untuk memasarkan usaha pertaniannya lebih efektif dengan membeli 1 (satu) unit sepada motor. Selain menjadi sumber inspirasi, Pak Saurus juga aktif memberikan motivasi anggota petani dan masyarakat agar bisa hidup sejahtera dengan pertanian. Maka seringkali Pak Saurus mengingatkan agar jangan hanya menanam jagung saja, namun juga menanam varietas lain. Dengan hanya menanam jagung saja maka petani akan sulit untuk sukses dan mendapatkan penghidupan yang lebih layak. Pak Saurus pun membuka pintunya lebar-lebar pada setiap petani yang mau bergabung dengan kelompok taninya. Daripada bertani sendiri, Pak Saurus mengajak petani untuk ber gabung dengan kelompok taninya agar tanah yang dimilikinya mampu produktif dan menghasilkan uang yang banyak.

Berbagi Sukses dengan Anggota Kelompok Tani Lainnya

Kesuksesan yang dicapai Pak Saurus memang tidak sendirian saja. Pasalnya, bersama dengan kelompok Tani Tunas Muda maka anggotanya juga bisa mencapai sukses seperti Pak Saurus. Beberapa anggota kelompok tani Tunas Muda memang sudah merasakan hasil pertanian yang dilakukannya. Motor dan renovasi rumah merupakan salah satu bentuk pencapaian dan kesuksesan para anggota kelompok tani Tunas Muda tersebut. Mesi telah sukses mensejahterakan anggotanya, Pak Saurus dengan jalinan kerjasama YBTS (Yayasan Bina Tani Sejahtera) juga berencana melakukan pendampingan terkait pemahaman keuangan (financial literacy) bagi petani. Program ini sendiri dicanangkanagar keuntungan yang telah diperoleh petani ini dapat dikembangkan lagi dengan wujud investasi kembali pada usaha pertanian dan usaha-usaha produktif lainnya. Jadi program pemahaman keuangan ini akan menjadikan para petani tidak konsumtif dengan membelanjakan uangnya untuk hal-hal sekali habis, namun lebih dari itu program ini akan membuat petani mampu mengembangkan usahanya dengan berkali-kali lipat omset atau pendapatan.

Harapan Untuk Sukses Berikutnya

Meski telah sukses, ternyata Pak Sarus masih menyimpan keinginan dan harapan lain dimasa depan. Setelah memiliki unit sepeda motor, ia kembali mentarget untuk bisa memiliki mobil pick up untuk proses pemasaran hasil pertanian yang lebih efektif ke berbagai pasar yang ada di Kupang dan Kefa.

Leave a Response