Budidaya Padi Organik dengan Metode SRI

Istilah SRI (System of Rice Intensification) awalnya dipopulerkan oleh Pastor Jesuit asal Perancis bernama Fr. Henri de Launlanie, SJ. Ia mempopulerkan metode SRI yang merupakan metode hasil penemuannya pada tahun 1983.

Lalu apa sebenarnya SRI itu? SRI merupakan sebuah inovasi di dalam teknik budidaya padi. Beberapa percobaan di berbagai negara menemukan bahwa metode yang satu ini mampu menekan input produksi serendah mungkin.

Pemilihan metode yang satu ini dapat menghasilkan produk akhir berupa beras organik berkualitas tinggi yang dilihat dari beberapa aspek, seperti aspek lingkungan, aspek kesehatan, produktivitas tinggi, dan kualitas tinggi.

Ada beberapa tahapan yang harus dilakukan untuk melakukan metode SRI. Berikut ini merupakan beberapa langkah budidaya padi organik dengan menggunakan metode SRI yang bisa dilakukan.

Langkah 1 – Melakukan penyemaian

metode SRI
Melakukan penyemaian padi
Sumber: www.youtube.com

Langkah pertama yang harus dilakukan ialah melakukan penyemaian terhadap benih-benih.

Anda harus menyeleksi benih agar bisa mendapatkan benih yang terbaik. Untuk melakukan penyeleksian, sebaiknya Anda menguji benih di dalam air. Biasanya benih yang baik akan tenggelam, sedangkan benih yang mengapung merupakan benih yang kualitasnya kurang bagus.

Lalu uji lagi benih tersebut dengan cara memasukkannya ke dalam air yang telah diberi dengan garam. Apabila benih bersifat baik, maka benih tersebut akan tenggelam di dalam larutan tersebut.

Setelah selesai diuji, masukkan benih tersebut ke dalam rendaman air selama 24 jam. Setelah itu tiriskan dan peram selama 2 hingga 3 hari di tempat yang lembab. Tunggu sampai calon tunas keluar.

Setelah itu semaikan pada media tanah dan berikan pupuk kompos sebanyak 10 kg. Jika umur semai sudah mencapai 7 hingga 12 hari, berarti benih padi tersebut sudah siap untuk ditanam.

Langkah 2 – Mengolah lahan

metode SRI
Proses pengolahan lahan
Sumber: tabloidsahabatpetani.com

Langkah kedua yang harus Anda lakukan ialah dengan mengolah lahan, bisa dengan cara dibajak atau dicangkul.

Pengelolahan lahan biasanya dilakukan minimal 2 kali, yaitu pembajakan secara kasar dan pembajakan secara halus yang diikuti dengan pencangkulan.

Untuk mengolah lahan dibutuhkan waktu selama 2 sampai 3 hari. Setelah selesai diolah, sebaiknya aliri dan rendam lahan tersebut dengan menggunakan air lahan sawah selama 1 hari.

Namun pastikan bahwa keesokan harinya benih yang tadi telah disemai telah siap untuk ditanam (telah mencapai usia 7 hingga 12 harian). Sebaiknya usahakan bibit yang akan disemai tidak berusia lebih dari 12 hari.

Apabila bibit terlalu tua, maka tanaman bisa sulit untuk beradaptasi dan tumbuh di tempat yang baru karena akarnya yang sudah terlalu besar.

Langkah 3 – Penanaman

Menanam padi metode SRI. Sumber : belan.blogdetik.com

Untuk mengawali langkah ketiga ini, lakukan pancaplakan atau pembuatan jarak pada tanaman sebelum ditanam.

Biasanya jarak tanam yang baik dan sesuai dengan metode SRK sekitar 25 x 25 cm atau 30 x 30 cm, sebaiknya tidak terlalu rapat.

Setelah itu, lakukan penanaman dengan memasukkan satu bibit di dalam satu lubang tanam. Namun penanaman jangan dilakukan terlalu dalam agar akar bisa bergerak dengan lebih leluasa.

Langkah 4 – Perawatan

metode SRI
Melakukan perawatan secara berkala
Sumber: www.youtube.com

Pada saat melakukan penanaman budidaya padi organik dengan metode SRI, sebaiknya Anda tetap menjaga aliran air agar sawah menjadi tidak tergenang secara terus menerus.

Anda bisa melakukan pengawasan setiap hari serta melakukan penutupan dan pembukaan pintu air secara teratur.

Berikut ini merupakan panduan pengairan SRI yang dapat dilakukan.

  • Pertama, lakukan penanaman secara dangkal tanpa digenangi oleh air. Tunggu hingga anakan sekitar 10-14 hari.
  • Isi air agar bisa menghambat pertumbuhan rumput, pemenuhan kebutuhan air, dan melumpurkan tanah. Biarkan air menggenangi tanah hingga tidak tersinari dengan sinar matahari. Lalu setelah itu biarkan tanah dialiri dengan air saja.
  • Apabila mulai berbunga, sekitar umur 2 bulan, sebaiknya genangi lagi dengan menggunakan air, lalu keringkan pada saat panen.
  • Lakukan pemupukan pada 20 hari setelah tebar. Anda bisa menggunakan pupuk kompos sekitar 175-200 kg. Pada saat melakukan pemupukan, Anda harus mengeringkan sawah dan menutup pintu air. Setelah 27 hari tebar, aliri sawah secara bergilir antara kering dan basah.
  • Beberapa hama yang sering menyerang tanaman padi bisa ditangani dengan cara manual, misalnya melakukan penyemprotan dengan pestisida hayati, mencabut dan membakar tanaman yang telah terkena penyakit daun menguning, dan membuat orang-orangan sawah. Untuk melakukan pencegahan, Anda bisa memakai bibit yang sehat dan melakukan pengaturan air yang baik.

Langkah 5 – Panen

metode SRI
Melakukan proses panen
Sumber: beritadaerah.co.id

Biasanya padi akan mulai berbunga pada saat berusia 2 hingga 3 bulan. Lalu dapat dipanen pada usia sekitar 3,5 hingga 6 bulan, namun tetap disesuaikan dengan jenis dan varietasnya.

Apabila Anda memanen pada lahan dengan luas sekitar 200 meter persegi, maka padi yang berumur pendek (sekitar 3,5 bulan) diperkirakan akan memperoleh 2 kwintal gabah basah, atau setara dengan 1,5 kwintal gabah kering, atau 90 kg beras.

Setelah dipanen, Anda bisa menjemur padi sekitar 1 hingga 2 hari, lalu baru dijual. Bisa juga dengan menggiling setelah menjemur, lalu baru dijual atau dikonsumsi sendiri.

Beberapa langkah di atas bisa Anda lakukan untuk melakukan budidaya padi secara organik dengan metode SRI.

Melakukan budidaya dengan memakai metode ini memang memiliki beragam keunggulan, antara lain hemat air, penggunaan benih lebih hemat, proses panen lebih cepat, produksi dengan jumlah yang lebih tinggi, hingga mampu menghasilkan padi yang sehat dan berkualitas.

Leave a Response